[Kesan] Get Lost Article (Doujin Game)

 

Mengingat diriku yang kembali ke fandom Vocaloid, mengincar doujin sampai mulai meninggalkan hobi main VN-ku, bagaimana kalau aku main VN doujin Vocaloid sekalian?

Get Lost Article, aku bingung maksud judulnya… mungkin “Article Get Lost”? “The Lost Article”? “The Article which is Get Lost”? Inti dari judul itu “artikel yang hilang”, kan? Tapi bukan “artikel” koran atau majalah begitu, sih. Membingungkan sekali judul ini… ah sudahlah, langsung ke intinya saja!

Summary

KAITO adalah software VOCALOID yang tinggal di dalam sebuah PC. Dalam PC itu, tinggal bersama MEIKO, Hatsune Miku, Kagamine Rin, Kagamine Len, Megurine Luka, dan Gackpoid (Gakupo).

Suatu hari, amplop yang sering dibawa Kaito hilang. Kaito panik, karena di amplop itu ada “barang penting”. Tentu saja barang itu ada hubungannya dengan Meiko, pujaan hatinya. Mampukah Kaito menemukan amplop itu?

PERHATIAN!
POST INI MENGANDUNG SPOILER YANG TIDAK DAPAT DIHINDARI!
(Halah, gak papa! Lanjut baca aja, VN ini sederhana banget kok pfft)

Continue reading

[Unboxing & Kesan] Some “Not-so-random” Vocaloid Doujin

Awal Desember, aku sedang iseng mencari-cari komik doujin loak Vocaloid di Suruga-ya. Yaah, iseng aja sih. Kali aja ada buku yang bikin aku tertarik. Dan yep, yang terjadi wishlist-ku lumayan banyak, cuma aku filter sambil mikir, “Berapa duit yang bakal aku keluarkan?” dan “Kira-kira mana buku yang gak bikin emakku ngamok?” akhirnya dengan 2 pertimbangan itu, aku pilih 3 doujin. 2 yang doujinka-nya sama, 1 yang kolaborasi doujinka.

Sebulan kemudian, waktu aku pulang les, muncullah paketan ini.

dsc_0147

Aku langsung merayakannya dengan memasak mi ijo, oke ini gak penting-penting amat.

Dengan cutter jerapah kesayanganku, aku buka paketannya. Yep lumayan rapi lah walaupun itu cuma doujin.

Continue reading

Awali Tahun dengan WAYFOO

Selamat Tahun Baruuu…….!!! \ πŸ˜€ / oke telat sehari, maafkan… πŸ˜›

Hahay, banyak yang mau kuceritakan karena mumpung aku lagi semangat nge-blog hari ini… πŸ™‚

Entah kenapa belakangan ini aku males nge-blog, udah berbulan-bulan pula uugh… maafkan kemalasanku ini… 😦 padahal sih aku ada banyak waktu luang buat internetan, tapi gak tau kenapa kok males aja ya nge-blog gini, mana post tentang Taa dan Titi udah lama gak update… uuh SETAHUN, eh tapi kalau urusan dunia nyata, aku masih suka nggambar mereka kok.

abaikan tulisan "belajar giat lagi"-nya

Selain itu, belakangan ini aku rajin main osu!, apalagi bagian osu! Mania aku suka mainnya, bisa dibilang kayak latihan keyboard 10 7 jari. Masih lebih sering main yang 4 atau 5 jari sih…

Sakura no Uta NTAPZ, da best VN opening in 2015

huwee, gak nyangka bisa top 50… semangat Necta! \ πŸ˜€ /

Continue reading

Hinata? Hinata-chan?

Pertama-tama, mari kita mulai dengan gambar ini.

image

Kayak gak ada gelas aja... :v

Selesai basa-basinya.

Begini, aku suka baca fanfic Naruto yang semi-canon, yang jelas pairing NH, dong. πŸ˜› Biasanya aku baca cerita berbau
“abis The Last, mereka pacaran” atau “abis merid terus punya anak macem Keluarga Berencana”.

Tapi yah kok aku agak gimana… gitu sama cerita fanfic-fanfic dimana Naruto memanggil Hinata dengan suffix “-chan”. “Hinata-chan”. Yah, menurutku aneh aja. Yah, memang sih kalo “-chan” itu menandakan kalau dia sayang, tapi itu terkesan *uhuk*kekanak-kanakan*uhuk*. Seperti Naruto memanggil Sakura sebagai “Sakura-chan”… :/

Berbeda dari komik doujin di Pixiv, aku baca di cerita itu Naruto manggil Hinata ya “Hinata” aja, gak pake “-chan”. Mungkin emang kalo di Jepang SANGAT JARANG ada laki-laki yang pake suffix “-chan” ke pacar/istri.

Di The Last, di bagian akhir,

Hinata…”

“Naruto-kun…”

Terus mereka cifokan sambil mumbul di depan bulan. Tauk dah, gak diliatin gimana mereka berdua jatuh ditarik gravitasi. Layar samar-samar menghitam.

Hinata, arigatou (terima kasih)…”

Yah, bahkan di bagian akhir, dia masih menyebut Hinata sebagai “Hinata”. Kupikir memang sampai nikah, Naruto masih memanggil Hinata begitu.

Jadi, di cerita aslinya, Hinata tetap “Hinata”. Bukan “Hinata-chan.

[TiPost] Minene (blablabla) no (blablabla) (entah apa judulnya)

Hmm… kupikir warna oranye dan coklat lebih baik daripada warna biru dan hijau… soalnya kalo pake warna biru dan hijau ntar dikira blog tetangga, lagi. :v

Ya, font Titi pakai warna oranye. Taa warna coklat.

Ini adalah TiPost (Titi’s Post), berarti Titi yang mendominasi post ini.

Selamat membaca πŸ™‚

Bosen baca komik yang romenshitnya itu-itu aja? Pengen baca yang action? Yang nantang? Yang greget? Tenang aja, kalian sudah membaca post yang benar! Kali ini aku akan review komik, judulnya Minene no blablabla-entah-apa-judulnya…! πŸ˜€

Aku gak bisa baca tulisan kanji, tapi aku yakin ada tulisan di antara “Minene” dan “no”. Tapi… ah, sudahlah. (‘3’)

Khusus untuk Taa: JANGAN KLIK CONTINUE READING! BAKALAN MUNCUL HAL-HAL TENTANG DUNIA LAIN! Kamu takut sama yang berbau dunia lain, kan? Jangan klik!

… Oke. Titi, aku harap kamu jangan sering-sering membahas hal-hal supranatural… 😦

Continue reading