[Kesan] Shigatsu wa Kimi no Uso

Shigatsu.wa.Kimi.no.Uso.600.1791017

Udah sebulan aku gak update, uuh… tapi setidaknya aku berusaha di tengah kesibukan dunia nyata… 😦

Shigatsu wa Kimi no Uso (terjemah bebas: Ente Ngibul di Bulan April) adalah serial manga yang diadaptasi jadi anime. Memang pantas dibikin versi anime-nya, soalnya serial ini punya tema musik, sih. Kalo cuma baca komik kan rasanya ada yang kurang. Masak, komik bisa keluarin suara musik dari dalem kertas?

Sementara kebanyakan orang bilang, “WOEY NIH ANIME TE O PE BINGIDZ! 100/10!” atau “ANIMU UNTUK OTAKUdang BIJINER!” atau sejenis itu, aku punya pendapat sendiri soal versi anime (ya, aku gak ada waktu baca komik bajakan)…

Sinopsis

Kousei adalah seorang pianis cilik yang sangat patuh terhadap partitur. Karena suatu alasan, akhirnya dia berhenti menjadi pianis (walaupun kadang dia main piano di ruang musik di sekolahnya).

3 tahun kemudian, pada suatu April, Tsubaki, teman masa kecil Kousei, mengenalkan Kousei pada Kaori (Kawori?), seorang violinis ceria yang (katanya Tsubaki) suka sama Watari, teman masa kecil Tsubaki dan Kousei.

Sejak saat itulah, kehidupan Kousei berubah…

PERHATIAN! POST INI MENGANDUNG SEDIKIT SPOILER (PLUS RANT)!

Serial ini lumayanlah. Lumayan klise maksudnya. Walopun klise, seenggaknya menarik juga sih. Ini tentang bagaimana Kousei kembali menjadi pianis setelah vakum 3 tahun, dan bagaimana dia harus menghadapi “rintangannya” ketika bermain piano di panggung. Ketika dia sudah bisa mengatasi rintangannya, masih ada lagi rintangan lain yang dihadapi Kousei. Pokoknya serial ini gak bikin bosen soalnya ini bagus buat aku yang suka flashback masa kecil. Tentu saja, flashback di serial ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan karakter. Menarik juga bagaimana flashback setiap tokoh berhubungan satu sama lain.

Teman

Adegan romanshit di serial ini antara kerasa atau tidak. Bagaimana Tsubaki suka Kousei sejak kecil, sayangnya oh sayangnya selama ini Kousei menganggap Tsubaki sebagai kakaknya (BROTHERZONE ooooooohhhhhh 😥 ). Lalu bagaimana Kousei suka Kaori yang “suka” Watari… padahal sudah jelas-jelas Kaori suka Kousei… hmmh iyalah, sudah jelas dari awal-awal cerita tapi sayangnya Kousei begitu percaya sama kata Tsubaki, padahal kedekatan Kaori ke Watari itu cuma main-main supaya Kaori bisa dekat dengan Kousei.

Kousei

Kousei adalah protagonis yang agak suram, sejak dulu dia benar-benar mengikuti partitur karena didikan keras ibunya. Sejak ibunya meninggal, kabarnya Kousei tidak bisa mendengar suara piano lagi, jadi Kousei berhenti jadi pianis.

Kaori 2

Sebaliknya, Kaori adalah heroin yang ceria, gak mengikuti partitur asal berkesan di hati penonton, suka makan tapi gak ndut-ndut (mungkin karena dia rajin minum jamu urus-urus). Tampak menyembunyikan sesuatu. Orangtuanya punya toko kue. Aku suka Kaori di awal cerita karena dia anak yang ceria, tapi pas udah di tengah cerita… sikapnya ke Kousei bikin aku kesal saja. Mungkin karena dia tsundere.

Tsubaki

Tsubaki anak baseball yang juga ceria, selalu mendukung Kousei walaupun gak suka musik. Tapi lama-lama dia merasa kalau musik selalu memisahkan dirinya dan Kousei. Cemburu ke Kaori dan musik. Tsubaki itu osananajimi (teman masa kecil) yang sedikit tsun, mungkin akibat jadi korban brotherzone.

Watari

Ah, Watari kapten tim sepakbola… playboy cap ikan teri… gampang terlena oleh harta tahta wanita sebenarnya dia orang baik tapi AKU PERINGATKAN KALIAN BUAT PARA WANITA, JANGAN TERLENA DENGAN ORANG MACAM WATARI!!!!!!!11111!!!!!satu!!!!111!! Eh tapi Watari tamfan lho! XD

Takeshi

Takeshi cowok berambut blonde yang ambisius, dia sampai bela-belain nolak undangan ke Jerman cuma buat nunjukin kemampuannya ke Kousei woohoo… ngomong-ngomong dia punya adik yang loli, namanya Nagi. Sama ambisiusnya dengan kakaknya, cuma… dalam hal lain… uuh… brocon? :/

Emi

Emi cewek berambut hitam dan panjang… yep aku suka cewek berambut gelap, Emi bukan perkecualian! Emi juga ambisius, tapi dia orang yang sifatnya sangat tergantung suasana sih. Dia suka minum teh, benar-benar cewek! 😀

Hiroko, teman ibunya yang jadi pembina (master?) Kousei. Hmm gak tau mau bilang apa lagi soal karakter penting ini, ah ya dia punya anak tapi bapaknya gak diceritain. Ah aku gak sempat screenshot… maaf. 😦

Emi Takeshi kecil

Aku suka Takeshi dan Emi! Aku gak ngeship mereka, lho! XD Aku suka bagaimana mereka berdua jadi pianis berkat terinspirasi si Kousei. Dulu mereka berdua selalu 3 besar sama Kousei, berusaha mati-matian mengalahkan Kousei, tapi sejak Kousei kembali ke panggung, semuanya berubah…

Sementara tokoh figuran lainnya ada yang berkesan ada yang nggak…

Aku gak banyak tau soal main piano, sih. Itu bukan bakatku, jadi ada beberapa omongan yang gak begitu kupahami, uuh. Tapi aku gak begitu keganggu soalnya gak banyak-banyak amat kok bahasan soal piano.

Yang bikin aku BENER-BENER keganggu sih adegan lawaknya! Uuh, kebanyakan adegan lawak itu payah banget! Salah taruh! Misalnya pas lagi ada adegan serius dimana Kousei bercerita ke Kaori bagaimana semakin Kousei mendalami lagu yang dia mainkan, lama-lama Kousei “tidak bisa mendengar suara piano”. Kousei merasa ini adalah hukuman, lalu…

deformed ngancurin feel

Dan reaksiku waktu menonton adegan humor ini adalah… “HAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!??????” SUMPAH FEEL-NYA ANCUR, PAYAH BANGET AAAAAARRRRRRRGHHHHHH………………!!!!!!!!!! 😡 Iya aku tau serial drama macam gini butuh humor tapi KENAPA HARUS PAS BAGIAN YANG BENER-BENER SERIUS!? Okelah Kaori marah, tapi kenapa marahnya dalam bentuk candaan? Kenapa gak muka serius aja daripada muka deformed? Huh! Parahnya, ini cuma salah satu contoh dari sekian BANYAK “Adegan-lawak-salah-taruh”! Parah dan payah!

Dan kalau kalian mau tahu, akhir cerita yang seharusnya bittersweet ditengahi oleh adegan sepak yang sangat payah. Yep Tsubaki.

Kaori

Gambar hmm aku kurang bagus dalam mengkritik hal macam gitu, tapi gambarnya rata-rata sih. Animasinya lumayan bagus, apalagi waktu adegan main piano suaranya ngepas banget sama animasinya. Walaupun ada episode dimana para staf sudah lelah bikin animasi jadi mereka tinggal tempel gambar dan voila.

mendingan gak deformed

Walaupun ini serial drama yang serius, bisa dikatakan serial drama ini punya terlalu banyak deformasi gambar. Yang jelas masih ada hubungannya sama komplainku soal adegan lawak. Ya, banyak deformasi yang salah taruh, mungkin untuk menghemat tenaga dan duit, ehm. Tapi, yang aku suka, kadang-kadang deformasi imut yang pakai efek suara boleh juga.

GOGOGOGO

Musik lumayan juga. Aku suka semua openingnya, sayang semua lagu endingnya gak begitu membekas di kepalaku. Sebenarnya BGM juga pas sama feel, sayangnya gak membekas di kepalaku.

Akhir Kata

SSSSSTTTTT DIEEEEEEMMM

Serial ini sebenarnya bagus, sih. Cuma, lebih bagus lagi kalo humornya dikurangi. Ah ya, ini bukan buat kalian yang suka hepi ending, tapi juga bukan buat kalian yang orangnya serius banget. Gak direkomendasikan sebagai serial pelepas lelah, nanti malah makin kesal karena adegan humor yang payah.

Advertisements

3 thoughts on “[Kesan] Shigatsu wa Kimi no Uso

  1. nice review

    haha. kebetulan ane kebalikannya sis.
    ane udah tamat baca manganya, animenya masih stuck, lol.

    yup, ane juga merasa humornya ada yg kurang gitu. tapi di luar itu, dialognya lumayan bagus.
    salah satu kelebihan manga ini, walaupun cuma baca manganya, feel musiknya dapat. Eiichiro Oda, mangaka One Piece, pun iri dengan manga ini karena alasan tersebut.

    • makasih 😀

      yo, itu benar kalo dialognya lumayan bagus. lebih bagus lagi kalo humornya gak salah alamat.

      feel musik dapet walo cuma baca manga? kayaknya seru… mungkin kalo terbit di Indonesia, bakalan aku baca ya…

      oh ya, soal musik yang bagus, aku jadi inget Mirai Nikki… ceritanya jauh banget dari tema musik, >_> tapi musik di animenya bagus, gak cuma OP sama ED, BGM juga mendukung lho! 😉

      • yup, setidaknya itu yg ane rasakan.
        hahaha, udah terbit di Indonesia sejak beberapa bulan yg lalu sis. sekarang udah volume berapa gitu, lupa 😀
        nah, itu dia. Mirai Nikki memang keren di aspek musiknya. pas pokoknya, haha 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s