[KESAN BENERAN] The Scarf: Ammonia The Movie

Ah, mungkin kalian bingung kenapa aku kasih judul macam gitu… akan kuceritakan nanti.

Sebelum mengetik kesanku, aku mau sedikit cerita. Mei lalu, tanggal 2… ahaha, aku gak bermaksud mengingat tanggal itu… yah… tapi itu waktunya anak-anak di sekolahku free, itu sangat jarang terjadi. Makanya aku mengingat tanggal itu. Aku di kelas lain, nobar The Last yang dub Korea… ya ya ya sebelumnya aku sudah nonton film itu, tapi yang kameranya goyang-goyang, waktu itu aku bertekad akan menonton secara sepenuhnya, maksudku aku bakalan nonton di bioskop beneran, lalu memahami cerita secara sepenuhnya karena SEJUJURNYA yang dulu itu aku belum paham secara sepenuhnya karena kamera goyang-goyang. Tapi yah mumpung ada anak kelas lain yang nobar pake LCD, yah, apa salahnya aku ikutan?

Dua jam kemudian…

“AAAAAAAARRRRRRRGHHHHH!!! FILM MACAM APA INIIIIIIII………………!!!!”

Untung aja aku gak nonton di bioskop, sama aja kayak ngabisin duit buat nonton film yang ah sudahlah.

Itu emang bener kalo kesan awalku itu “Wow, film ini lumayanlah!”, tapi waktu aku pikir ulang… “Hah, film macam apa ini!?”, begitu. Ini bukan berarti aku gak menghargai film itu, tapi… film itu bukan untukku.

PERHATIAN! POST INI MENGANDUNG SPOILER DAN RANT! JIKA KALIAN BELUM PERNAH MENONTON FILM ITU, AKU TIDAK MENYARANKAN KALIAN MELANJUTKAN MEMBACA POST INI!

SELAIN ITU, POST INI TANPA GAMBAR SATUPUN KECUALI EMOTIKON!

AH YA, CAPSLOCK BERTEBARAN!

KALIAN SUDAH KUPERINGATKAN!

Tunggu.

Kalian masih di sini?

Masih baca post ini?

Aku… sebenarnya gak terlalu menyarankan kalian baca post ini, jika kalian ingin kesan yang 100% POSITIF, bukan di sini tempatnya.

Aku kurang yakin kalau kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan.

Sebelum semuanya terlambat, aku sarankan kalian tutup tab ini.

Eh, masih baca juga?

Ya sudah, terserah kalian…

Risiko ditanggung sendiri.

Pertama-tama, aku mau menunjukkan kalau hal-hal yang ah sudahlah aku beri garis bawah.

Cerita adalah kunci utama kesuksesan sebuah film, ya, kan? Ya! Mari kita mulai dari situ.

Cerita

Dua tahun (aku ulangi lagi, DUA tahun) sejak Perang Dunia Shinobi 4!? Lalu apa yang terjadi dengan blank period antara dua tahun itu? Oh iya, novel Kakashi Hiden dan Shikamaru Hiden. Tapi jedanya masih kejauhan! Kenapa gak setahun atau beberapa bulan sejak PDS 4? Oh benar, karena Pak Kishimoto maunya Naruto sama Hinata berumur 18 tahun keatas (if you know what I mean, huehuehuehuehue). Dengan kata lain, diceritakan Naruto berumur 19 sedangkan Hinata berumur 18. Tapi menurutku dua tahun adalah jeda yang… kejauhan, buat cewek yang waiting. Biasanya kan kalo orang waiting itu beberapa hari sampe bulan, lah ini!? WAITING SELAMA DUA TAHUN! Iya aku tahu Hinata itu cewek penyabar, aku tahu itu! TAPI KESABARAN JUGA ADA BATASNYA, KAN!? YA, KAN!?

Oh, tunggu. Kenapa aku menulis judul post ini jadi “The Scarf: Ammonia The Movie”?

Pertama, karena film ini melibatkan syal merah. IYA, SYAL! Hal yang sangat klise, kan? Oh, soal wawancara Pak Kishimoto bilang kalo syal itu rajutan istri beliau… emm… so sweet, tapi tetap saja klise. Oke oke oke, flashback waktu kecil, Hinata membawa syal merah Naruto. Kembali ke masa kini. Sebulan sebelum Festival Rinne, Hinata bertekad membenahi syal merah punya Naruto. YAUDAH KENAPA GAK DARI DULU (SEJAK ABIS PERANG) KAMU BENAHI, TOH, NDHUK!? Terus ngapain aja kamu pas abisnya perang? Hah!? 😡
Kedua, karena isi film ini adalah kisah romashitnya Naruto dengan Hinata. NH. Itu close enough dengan NH3 (amonia), jadi… gitu deh.

Saatnya cerita apa yang aku dapatkan waktu nobar. Aku masuk kelas itu pas ceritanya masih di awal-awal, dimana Naruto tarung-tarungan sama Toneri. Aku gak inget kenapa Hinata nyaris jatuh lalu dia pegangan syal yang kecantol di paku. Yang jelas, abis itu syalnya sobek lalu Hinata nyaris jatuh, langsung ditangkep Naruto dengan cara gendong bridal, ulululululululululululu……………! Lalu mereka berdua di atap gedung. Naruto nyadar kalo syal yang dibawa Hinata itu udah sobek jadi dua. Kemudian datanglah ALIEN TAMFAN DARI BULAN maksudku Toneri Otsutsuki nyamperin mereka berdua. Toneri ngomong bahwa kiamat sudah dekat (tanpa munculnya Dajjal, laminating, remason, pionis… atau apalah itu…). Naruto hendak nonjok Toneri tapi Toneri menghilang lalu pindah tempat dengan background bulan, membuatnya makin tamfan. Dia berkata bahwa sebelum kiamat, Toneri mau nyamperin Hinata lagi suatu saat nanti. Akhirnya Toneri menghilang. Tiba-tiba meteor jatuh ke muka bumi entah dari mana asalnya (WAT!?). Keesokan paginya orang-orang pada ngerubungin TKP bekas meteor jatuh itu.

Pagi itu juga, Hokage Keenam, Kakashi, memberi misi ke Naruto, Sakura, Sai, Shikamaru, dan Hinata untuk menyelamatkan Hanabi, adeknya Hinata yang kena culik tadi malem. Shikamaru, sebagai ketua, dikasih jam oleh Kakashi. Jam itu adalah penunjuk batas waktu sebelon bulan jatoh lalu serpihannya jatoh ke muka Bumi ini (APA!? Para kage sudah mempersiapkan barang yang entah gimana caranya bisa ngukur jarak bulan ke bumi dengan ukuran waktu juga!? Teknologi terbaru!? *MIND=BLOWN*). Kakashi bilang kalo itu penculikan Hanabi kayaknya ada kaitannya sama kehancuran bulan itu,jadi gitu deh. Oke! Misi dimulai! Menyelamatkan Hanabi dan bulan!

Lalulalulalu Naruto sama Hinata naik burung tinta (bikinan Sai) yang sama dengan alasan yang kurang jelas… oh, itu benar kalau Shikamaru nyuruh Naruto jaga Hinata, karena takutnya Hinata kena culik kayak tadi malem, tadi malem Hinata hampir aja kena culik kalo Naruto gak menyelamatkan dia… TAPITAPITAPI SERIUSLAH, SAI! Cerita ini lebih natural lagi kalo kamu bikin 5 BURUNG TINTA daripada 4… -_-

Begitulah, burung tinta yang tadi malem dibikin Sai cuma bisa melacak Hanabi sampai… sampai… ke sebuah tempat bersalju… iya, BERSALJU. Kalian lihat bajunya Hinata sama Sakura! Serius, mereka pakai baju yang mini tapi kelihatannya mereka gak kedinginan! Sai juga gak kedinginan, padahal baju ngeliatin udel gitu! Apakah tempat itu memang gak dingin, tapi hangat? Bersalju tapi hangat? Oh, ini mengingatkanku dengan Natsuyume Nagisa, dimana seorang lelaki bernama Nagisa bangun di sebuah pulau yang terus-terusan musim panas sepanjang tahun, tapi pulau tersebut bukannya selalu panas, malah selalu hangat OH TUNGGU, KENAPA AKU MALAH BAHAS EROGE DIMANA NIJIMA YUU SEBAGAI SCENARIO WRITER KESAYANGAN KITA SEMUA, oke lanjut ke cerita. Jadi, mereka berpencar. Hinata pakai jurus byakugan lalu dia menemukan kunainya Hanabi di tumpukan salju. Hinata membuka tas lalu memasukkan kunai Hanabi. Naruto nyadar kalo ada syal merah di dalem tasnya Hinata.

Lalu blablabla, mereka berlima renang di danau yang airnya gak basah (AIR GAK BASAH!? *MIND=BLOWN*) Ternyata itu danau isinya genjutsu, mereka berlima terperangkap di mimpi genjutsunya masing-masing. Hinata mimpi kejadian Invasi Pein. Sedangkan Naruto mimpi pas masih di akademi disuruh nulis “siapa orang yang akan bersamamu di akhir dunia”. Tiba-tiba di mimpi itu bulannya jatuh ke akademi (TAPI BULANNYA KEKECILAN WOY), lalu Naruto pindah ke mimpi yang lainnya, waktu Ujian Chunin. Ketika itulah, syal yang dari dalam tas Hinata keluar kayak pawang ular entah gimana caranya, lalu syal itu menyelimuti tubuh Naruto yang di sebelahnya. Jadinya mimpi mereka berdua malah nyambung. AKHIRNYA! AKHIRNYA NARUTO SANG PROTAGONIS PEKA, TEMAN-TEMAN! Dia emang kudu kena genjutsu biar peka!

Eh, pas mimpi, dia dibangunin Sakura yang ahli menyadarkan umat manusia dari genjutsu. Sakura varokah sekali. Barangsiapa yang mengatai Sakura itu useless, mungkin mereka butuh Aqua. Kemudian mereka berlima berenang keluar danau. Yang aku ingat adalah waktu Sai bilang kalau tadi dia abis mimpi yang asik sama “kakak”-nya, Shin. SERIUS!? Ah, padahal aku mau lihat mimpinya Sai, mending liat mimpinya Sai, dong! Sayangnya Sai cuma tokoh figuran, jadi dia kurang disorot untuk menghemat duit… kasihan. 😦

Eh tunggu, mereka NGOBROL di dalam air? WAIT WAT INI CERITANYA BISA NAFAS DAN NGOMONG DI DALAM DANAU WOW EMEJING SEKALE

Hinata yang terakhir keluar danau. Ketika yang lainnya udah berangkat, Hinata mau nyusul, tapi dia disamperin Toneri. Toneri ngajak Hinata merid dengannya. Sementara itu, Naruto ngerasa ada yang kurang, oh iya, Hinata! Akhirnya Naruto balik ke tepi danau dan dia melihat Hinata sama Toneri, lalu terjadilah gebuk-gebukan antara Naruto dan Toneri. WOOHOO NARUTO SANG PROTEKTOR…! 😀 Sementara Sakura, Sai, dan Shikamaru nyaris diserang monster kepiting raksasa. Sakura yang IMBA nonjok kepiting itu lalu kepitingnya ancur deh! Sesudah itu, mereka bertiga nyusul Naruto sama Hinata. Ah ya, Naruto nonjok Toneri yang ternyata cuma boneka. Sakura mengancam Naruto, kalo Naruto gak melindungi Hinata bisa-bisa Sakura nonjok Naruto sampe Naruto ancur macam nasibnya kepiting raksasa tadi. Wokeh, dan Naruto memperlakukan Hinata lebih baik daripada sebelumnya… tapitapitapi… :/

Keesokan paginya, penyelidikan dimulai. Mereka berlima mengunjungi sebuah kota mati, entah kota itu ada di peta atau gak. Mereka berpencar untuk melakukan investigasi. Lalu terjadilah SEGALA JENIS FANSERVICE. Pertama, adegan Naruto nyingkirin jaring laba-laba dari rambut Hinata. Kedua, waktu Hinata lompat tapi dia nyaris jatuh akhirnya tangannya pegangan sama Naruto (oke ini masih bisa ditolerir tapi adegan itu gak penting banget sumpah). Ketiga, Naruto menemukan air bersih untuk diminum, karena gak ada gelas akhirnya minumnya pake tangan, Hinata pun minum pake tangan Naruto. Keempat, mereka berdua lebih banyak ngobrol daripada menyelidiki (ngobrolin tentang Naruto yang udah gak pake syal itu lagi, lalu tentang Hinata yang merasa SEDIKIT kedinginan karena bajunya mini, pfft). Kelima, pas lagi makan bareng, Naruto mau keluar sebentar lalu dia kena jaring laba-laba, kaget, jatuh, punggungnya keseleo; akhirnya Hinata ngolesin salep ke punggung Naruto (oke ini bisa ditolerir tapi ini gak terlalu penting juga). Keenam… SUDAH CUKUP! Aku sudah lelah kasih garis bawah di paragraf ini.

Lalu blablabla, ah aku udah nyaris lupa jadi aku loncat saja ke adegan dimana malam berikutnya. Hinata merajut syal, dikelilingi kupu-kupu bercahaya entah apa nama spesiesnya (IYA, KUPU-KUPU, BUKAN KUNANG-KUNANG… sumpah aku lihat itu KUPU-KUPU). Dia disamperin Naruto. Berikut percakapannya:

Hinata: “Pas adikku dalam bahaya, aku malah ngerajut syal… aku bukan kakak yang baik…”

Naruto: “Itu gak bener! Kamu kan udah datang sejauh ini untuk menyelamatkan adikmu!”

Hidrogen H: “Kalo misalnya waktu itu aku ada di rumah…”

Nitrogen N: “Jangan kuatir. Aku berjanji akan menyelamatkan Hanabi.”

H: “Terima kasih. Kamu baik, Naruto.”

N: (Tsundere mode) “Hei, aku ini berbaik hati bukan berarti aku mencintaimu atau apa, b-b-b-b-b-b-b-b-b-b-baka! Ini semua kan untuk Hanabi.”

H: “Hah, apa katamu tadi?”

N: “‘Ini semua kan untuk Hanabi’?” *herpface*

H: “Bukan, yang sebelumnya!”

ナ:(イケメンモード)「ヒナタ、お前のことが好きだ。」

H: “Woy, kok malah ngomong Bahasa Jepang!? Kasian orang yang gak tau artinya, woy!”

N: (pasang muka paling tamfan) “Hinata, aku mencintaimu.

H: (melongo)

N: “Hinata…”

Hening.

Hening.

Hening.

Nah, justru di sinilah PUNCAK DARI SEGALA JENIS KE-KZL-AN.

Tiba-tiba, di tengah sinar bulan purnama (tunggu, perasaan kemarin-kemarin masih bulan sabit, deh?), datanglah Toneri ngerusuh. Naruto langsung tanya mana Hanabi. Hinata cuma diem sambil kasih syal merah itu ke Naruto. Lalu… Hinata ikut Toneri pergi ke bulan bersamanya! Hinata sang Sinta mau aja dirangkul Toneri, mukanya MUUUUUELAS BUUUUUANGET! Oh, tentu saja Hinata punya alasan dan rencana dibalik itu semua (nanti saja dijelaskannya). Naruto sang Rama cemburu, lah! Dia gak terima, akhirnya dia tarung sama Toneri sang Rahwana. Tapi dia kalah soalnya cakranya kena isep cahaya ijo-ijo yang dikeluarkan Toneri (eh bener gak sih? Lupa aku). Udah gitu, lengan bajunya sobek-sobek (anehnya, baju bagian perut gak sobek padahal bagian itu udah kena deadblow, kan?). Hinata tentu lihat kejadian itu, tapi DIA HANYA BISA BERPALING KARENA TAK KUASA MELIHAT NARUTO PINGSAN, INI SEMUA TERLIHAT SEPERTI DRAMA PICISAN… YA ALLAH, tolong BERIKAN AKU KESABARAN MENONTON ADEGAN INI…! Lalu Toneri mengeluarkan cahaya ijo dari tangannya lalu DENGAN DRAMATISNYA Hinata gak sadarkan diri! DASAR PAYAH, DASAR LEMAH (1)! Akhirnya Toneri gondol Hinata ke bulan.

Sementara penduduk desa pada MENGUNGSI dari jatuhnya meteor. Ah iya, ada tokoh-tokoh figuran lainnya mejeng di film ini, tapi karena untuk menghemat duit jadinya ya cuma mejeng gitu, yang beraksi paling-paling cuma 5 Kage, Killer Bee, Lee, sama Kakashi. Yang paling fenomenal adalah ketika Sasuke datang cuma buat ngancurin meteor sebentar, lalu dia pergi. WOEY, SINI WOY SASUKE! METEORNYA MASIH ADA LAGI! SASUKE, BALIK PLIS! Bukan berarti aku ngefans Sasuke, tapi seriuslah, Sasuke! Masak kamu cuma SATU KALI ngancurin meteor!? Oh ya setidaknya tadi dia menyelamatkan Hiashi, bapaknya Hinata. Tapi tetap saja, Sasuke! Kamu abis ini ke mana, hah!? 😡

Kembali ke nasib Naruto… dia sudah hampir kehilangan cakra, oh syukurlah Sakura sang tenaga medis yang setrong dapat menyelamatkan fantat Naruto. Naruto yang tepar itu ngigauin “Hinata… Hinata… Hinata…” mulu, pfft.

Paginya, Hinata terbangun di sebuah istana yang udah bukan di Bumi lagi! DIA MASIH BISA BERNAFAS DENGAN BAIK. Lalu begitulah, pas tau ada Hanabi di situ, dia nyamperin Hanabi yang gak sadarkan diri di kamar lain, matanya diperban karena emang bola matanya diambil Toneri.

Lalu terjadilah flashback, ternyata oh ternyata waktu di tepi kolam itu Toneri mengeluarkan jurus dalam kubah sejenis planetarium mini atau LCD versi kubah… terserahlah aku gak tau namanya. Dia menjelaskan tentang rencananya untuk menghancurkan bulan, karena dia pikir shinobi di muka bumi akan ngerusuh dengan kekuatan mereka. Btw, ingatlah bahwa Toneri yang waktu itu cuma boneka, sedangkan Toneri yang ada di proyeksi itu adalah rekaman Toneri yang asli OH TUNGGU, TONERI PUNYA WEB CAMERA, EMEJING SEKALE. Hinata berkata bahwa dia gak percaya ceritanya Toneri, dan dia bertekad untuk menyelamatkan Hanabi. Toneri bilang kalo Hanabi ada di istananya; kalo mau selamatin Hanabi ya kudu ke istananya Toneri dulu, dong! Akhirnya Hinata galau… jadinya waktu itu dia berencana untuk menyetujui Toneri dengan harapan bisa sekalian menyelamatkan Hanabi. YA, TEMAN-TEMAN! Itulah kenapa waktu itu dia mau aja sama Toneri dan membiarkan Naruto tepar… oke, Hinata merencanakan ini semua, dia mau menyelamatkan adiknya dan gak mau merepotkan orang lain, aku tahu itu! TAPI SERIUSLAH, HINATA! Rencanamu itu… MASIH MENTAH! Lebih baik kamu konsultasikan dulu ke rekan-rekanmu sebelum bertindak… 😦 tapi mau gimana lagi, toh semuanya sudah berlalu.

Selesai flashback,Toneri ngajak Hinata keliling istananya Toneri yang megah. Toneri cerita bahwa dia tinggal sendirian di istana, cuma dikelilingi boneka-boneka. IYA, SENDIRIAN! Hiks hiks, kasian sekali tokoh tamfan yang satu ini… 😥 Ah ya Toneri menunjukkan tempat dimana nanti mereka berdua melaksanakan kondangan. Kemudian Toneri meminta Hinata merajut syal untuk dia, dan Hinata pura-pura nurut. Iya sih ngerajut syal, tapi buat Naruto, bukan buat Toneri, bweeeeeeeeek……! 😛 Tiba-tiba Toneri sakit mata karena matanya (Hanabi) entah kontradiksi atau apa kalo dipasang di mata Toneri, mungkin efek transplatansi, ya, emang gitu kan? Dia masang mata byakugan di matanya biar bisa Tenseigan, gitu. Lalu Toneri bilang mau istirahat bentar, jadi dia meninggalkan Hinata.

Hinata flashback lagi pas kejadian ada boneka yang mengeluarkan sinar ke arah Hinata (oh iya, itu bagian yang gak aku jelasin tadi). Waktu terkena sinar itu, dia melihat peperangan antara dua belah pihak, dan pihak yang punya Tenseigan itulah yang menang. Tiba-tiba Hinata melihat dirinya dikelilingi orang-orang yang pada sujud ke Hinata, seorang wakil mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Hamura Otsutsuki. Dia menjelaskan kalau Toneri salah paham soal shinobi yang bakalan menghancurkan bumi (kagak mungkin shinobi bakal ngerusuh sampe segitunya). Hinata diminta orang itu untuk menghacurkan Tenseigan karena CUMA Hinata sang Putri Byakugan yang bisa melakukannya (MASIH ADA HYUGA LAINNYA, JANGAN LUPAKAN ITU WOEY!). Lalu datanglah Hamura yang udah sepuh, mewanti-wanti Hinata untuk menyelamatkan bumi.

Argh apesnya aku hampir lupa kelanjutan ceritanya, intinya Toneri nunjukin Hinata ke tempat Tenseigan yang 100 % asli bukan imitasi. Hinata? Oh tentu saja dia berencana bakal ngancurin Tenseigan itu kalo sempat.

Sementara itu, akhirnya Naruto bangun juga! WUOOOOH, ini udah 3 HARI LAMANYA sejak Naruto tepar… Shikamaru dan Sai ngeliatin Naruto yang galau gak karuan akibat minggatnya Hinata. Oke, ternyata Naruto yang selama ini calon Hokage Ketujuh yang setrong itu ternyata gak kuat patah hati… AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA kasian Naruto, salahkan saja scenario writer-nya yang bikin Hinata jadi “sembrono”, ha! Begitulah, lalu setelah Naruto disadarkan oleh Shikamaru tentang “GIMANA KAMU BISA JADI HOKAGE KALO KAMUNYA SENDIRI GAK BISA NYELAMATIN CEWEKMU ITU, HAH!?”, akhirnya Naruto memberanikan diri ke Sakura yang tepar karena udah ngures cakra untuk nyembuhin Naruto. Ini mengingatkanku dengan novel Shikamaru Hiden, dimana akhirnya Shikamaru sedikit menyadari perasaannya ke Temari lalu mengajaknya “kencan”, aku pikir Shikamaru menyadarkan Naruto dengan cara seperti itu karena dia teringat Temari, tapi eh… :/ oh terima kasih Cacatua di tumblr, yang sudah translate novel dengan pacing yang cepat (tapi halaman terakhir di novel itu skip time yang kejauhan meskipun heartwarming)…

Naruto bicara sama Sakura tentang minggatnya Hinata. Sakura bilang kalo dulunya Naruto suka Sakura karena Sakura suka Sasuke, itu sekedar cinta monyet. Lalu Sakura bilang kalo cewek macam Hinata gak bego, Hinata pasti punya rencananya sendiri (kenapa dia minggat) dan itu memang benar. Selain itu, Sakura bilang kalo Hinata gak mungkin mengubah perasaannya begitu saja, pasti dia masih cinta Naruto… oh lihat bung, film ini mulai keliatan dramatis tapi aku gak terlalu permasalahin bagian ini sih.

Sementara Hinata diam-diam ke tempat Tenseigan itu, ketika dia hendak menghancurkannya tiba-tiba dia dikepung boneka-bonekanya Toneri. Hinata ngelawan boneka-bonekanya Toneri, CIHUY, HINATA SAYANGKU JADI BADASS, HAJAR TUH BONEKA-BONEKANYA TONERI…! 😀 TAPITAPITAPI abis itu Toneri dateng, lalulalulalu dia menggotong Hinata dengan paksa, Hinata bilang kalo Toneri udah salah tafsir petuah Hamura tapi Toneri gak mau tau, Toneri yang udah tau Hinata sukanya sama Naruto itu menghancurkan syal tepat di depan mata Hinata, OOOOH DRAMATIS SEKALI, BUNG! Abis itu Toneri memasukkan bola bercahaya ijo ke… ke… ke… oppa- eh, maksudku dada Hinata… 😮 jadinya Hinata tak sadarkan diri dan dia kena cuci otak AAAAARRRRRGHHHH PADAHAL TADI AKU MULAI SUKA HINATA YANG TADI BADASS! DASAR PAYAH, DASAR LEMAH (2)!

Siangnya, Naruto udah gak galau lagi, di luar goa dia mengangkat tangannya menghadap matahari sambil bermonolog bahwa dia berjanji akan menyelamatkan Hinata yang selama ini udah mencintainya, BAGUS, NARUTO UDAH 100 % PEKA. Ah ya, mungkin ada yang bingung kenapa Naruto seolah-olah menyentuh matahari. Karena nama lengkap Hinata itu 日向ヒナタ. 日向 bisa dibaca “Hyuuga” atau “Hinata”, ヒナタ sendiri dibaca “Hinata”. 日向 artinya “tempat yang cerah” atau “dalam matahari”, jadi… yah, kalian tahulah, Naruto seolah-olah menyentuh “Hinata”.

Naruto dan yang lainnya pada ke langit, yep, LANGIT. Lalu mereka tarung-tarungan melawan bonekanya Toneri yang jatoh dari langit. Sesampainya di istana (TUNGGU, APAKAH INI BERARTI MEREKA JUGA BISA NAFAS DI LUAR ANGKASA? *MIND=BLOWN*), mereka tarung-tarungan lagi dengan bonekanya Toneri. Berpencar; Sai sama Sakura, sedangkan Naruto sama Shikamaru. Sakura dibonceng Sai naik macan tinta mumpung Sasuke lagi gak liat, Sakura dengan setrongnya nonjok-nonjok boneka di sekitar mereka. Lalu mereka berdua menemukan Hanabi. Sementara Naruto menggunakan mode sennin untuk melacak Hinata, Shikamaru tarung ngelawan boneka yang bejibun. Dia nyuruh Naruto untuk pergi nyari Hinata.

Sesampainya di TKP, Naruto melihat UPACARA PERNIKAHAN Hinata dan alien tamfan itu! Hinata tampak blank, dia kena hipnotis jadinya dia nurut aja sama Toneri, HAMPIR SAJA NARUTO MENJADI KORBAN NTR (tapi gak separah Otomeng Doro) jika dia gak mengagetkan Toneri yang hendak memasukkan biskuit (atau apalah namanya) ke mulut Hinata dengan mulutnya… lalu Toneri menyuruh Hinata tarung sama Naruto. Efek hipnotis itu, oh tentu saja Hinata mau. Kalian tahu kalau Naruto setrong, jadi dia masukin tangannya ke oppa- ehm, dada Hinata (atau diafragma, agak ambigu juga sih), lalu mengambil bola ijo yang ada di dalam dada Hinata. Ketika dia memegang bola ijo itu, dia bisa membaca memori Hinata tentang apa yang terjadi kenapa Hinata melakukan ini semua. Begitu juga dengan syalnya yang ancur, Naruto membaca memori itu. Akhirnya Hinata tersadar dari hipnotis itu, lalu dia minta maaf ke Naruto atas KE-SEMBRONO-ANNYA. Naruto memaafkannya. Toneri lalu nyeret Hinata dan hendak masukin bola ijo ke Hinata lagi (AYOLAH HINATA! NGELAWAN, KEK!), tapi KARENA SUATU KEBERUNTUNGAN YANG DIMILIKI HINATA tiba-tiba Toneri sakit mata. Gak jadi nyuci otak Hinata deh. Itu adalah kesempatan buat Naruto sama Hinata kabur.

Naruto ngikutin Hinata ke altar Tenseigan. Hinata bilang kalo Tenseigan kudu diancurin. Naruto mau pake Rasengan, tapi dicegah Hinata karena cuma orang yang keturunan Hamura yang bisa ancurin Tenseigan. Yah, padahal kalo gak salah sih Naruto reinkarnasi Asura anaknya Hagoromo sodara kembarnya Hamura, yah, masih nyambung dikit lah. 😛 Hinata pake jurus Juho Soshiken untuk menghancurkan Tenseigan. YEAAAAH, HINATA BADASS!!! \ 😀 / Eh, tapi tuh Tenseigan gak mau ancur, pret. -_- Naruto punya ide, dia malu-malu pegang tangan Hinata. Naruto nyuruh Hinata untuk menyalurkan cakra Hamura dengan cara gandengan tangan (Ini hampir kayak pas PDS 4, tapi ini gak kayak waktu itu pas Naruto dengan PEDENYA dia pegang tangan Hinata lalu menyalurkan cakra Kyubi). Begitulah, lalu Hinata menyalurkan cakra Hamura. Sambil berpegangan tangan, mereka ancurin Tenseigan dengan jurus mereka masing-masing DAN KELUARLAH HARIMAU PUTIH, WUOOOOOH! Lihatlah OTP kesayanganku jadi IMBA, Rasengan + Juho Soshiken = Juho Rasen Sohiken…! EH TUNGGU, KENAPA NYAMBUNGNYA KE ULTIMATE NINJA STORM REVOLUTION!? XD Yah intinya tuh Tenseigan ancur sudah.

Akhirnya mereka berdua kumpul sama yang lainnya. Shikamaru bilang kalo jam-penunjuk-waktu-bulan-bakal-jatoh-ke-bumi udah berhenti. Naruto menjelaskan kalo itu berkat dirinya dan Hinata ngancurin Tenseigan. Sakura tanya ke Hinata tentang syal sobek yang Sakura temukan tadi. Naruto bilang kalo dia mau menerima syal itu walaupun syalnya udah ancur, CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEH………! 😀 Eh tiba-tiba jamnya jalan lagi, udah 90% persen pula! SATU BAR LAGI NTAR BULANNYA ANCUR TERUS JATOH KE BUMI! Ealah, ternyata Toneri aktifin jurus apa gitu aku lupa, lalu ada angin topan yang membawa mereka KE BULAN, SERIUS, MEREKA BISA NAFAS DI BULAN *MIND=BLOWN*. Kalo gak salah sih abis itu Naruto summon Kurama lalu Kurama ngancurin patung Hamura, entahlah, aku lupa lanjutannya. :/

Toneri udah berubah wujud, bung! Serem beudz! Lalu Hinata yang DAMSEL IN DISTRESS itu dimasukin Toneri ke dalem sangkar burung yang bisa mumbul (entah ini suatu keajaiban atau apa), DASAR PAYAH, DASAR LEMAH (3)! Lalulalulalu YANG PALING FENOMENAL adalah ketika NARUTO SAMA TONERI TARUNG DI BULAN, SERIUSLAH MEREKA GAK NGAWANG, INI SEOLAH-OLAH MEREKA MENGINJAK BUMI! Gak masalah sih kalo Toneri yang di bulan itu, mengingat dia adalah alien. LAH TAPI NARUTO DKK MANUSIA, GIMANA WOY!? Kemudian blablabla, Naruto bilang kalo NGERAJUT SYAL tuh butuh waktu yang lama, dan dia KZL karena Toneri udah ancurin syal bikinan Hinata.

Ada pas adegan Naruto kena tonjok sampe jatuh terpental itu… temenku yang duduk di deketku bilang, “Itu F-nya (F= force = gaya) sama dengan nol, berarti dia jatuhnya ngiter bulan.” AHAHAHAHAHAHA, BENAR JUGA……! XD

Dengan jurus pamungkasnya Naruto (bukan, seingatku bukan Siraman Rohani no Jutsu), akhirnya Toneri tepar. Lalu Hinata bebas dari sangkar burung, menghampiri Toneri, lalu mengambil mata Hanabi dari Toneri dengan gampangnya, beuh. Toneri tereak, itu udah jelas. Tapi anehnya sekeliling mata Toneri gak berdarah atau apa. Adegannya KURANG GREGET! Nyongkel mata gak sedetil itu juga, keles! >_> Bukan, bukan berarti aku psikopat atau apa, tapi seriuslah penulis skenarionya harus belajar ke Pak Sakae Esuno ketika ada adegan mencongkel mata… ahem… MINENE URYUU… tapitapitapi ketika mata kiri Minene dicongkel Kamen Rider karbitan Yomotsu Hirasaka, aku masih bingung alasan Yomotsu mau ambil mata Minene, padahal Yomotsu sendiri tunanetra, lagipula bagaimana cara dia mencongkel mata Minene hanya dengan tangan telanjang, ini aneh… 😕 Meskipun begitu, adegan itu itu lebih detil daripada film ini TUNGGU KENAPA AKU JADI BAHAS MIRAI NIKKI oke lanjut ke cerita.

Aku gak inget ada kejadian apa, tiba-tiba Toneri mengeluarkan jurus lalu BULAN TERBAGI MENJADI DUA oh ini sedikit mengigatkanku dengan mukjizat Nabi Muhammad, hanya saja ketika itu bulannya kembali menyatu, GAK KAYAK FILM INI. Orang-orang di bumi pada KAGET.

Di bulan sisi satunya ada Naruto dan yang lainnya, di sisi satunya ada Toneri. Toneri mulai IMBA, kemudian dia mengerahkan segala kekuatannya dengan bola mata-bola mata yang mengelilingi tubuhnya, lalu dia ngisep cakra Naruto. Hinata gak tinggal diam, dia menyalurkan cakra Hamura ke Naruto dengan cara gandengan tangan, lalu mereka berdua berdiri menghadapi Toneri. Wow, Hinata dikelilingi cakra warna ungu, sedangkan Naruto dikelilingi cakra warna oranye, kedua warna itu bersatu jadinya warna di antara mereka adalah… PINK! AH, MAGENTA! Terserahlah, sama saja menurutku. Aku pikir Naruto dan Hinata akan menjadi badass-tingkat-langit-tujuh kayak pas ngancurin Tenseigan, TAPI TERNYATA OH TERNYATA untuk menghemat waktu film ini, dengan ANTIKLIMAKSNYA Toneri OVERDOSIS KEKUATAN, dia mumbul ke arah matahari (WAT!?). Naruto yang pemaaf itu TERBANG meraih Toneri di angkasa (TERBANG DI RUANG HAMPA! *MIND=BLOWN*) untuk menyelamatkannya…

Ah ya, Raikage Keempat, Ei, makin kebelet nembakin SENJATA RAHASIA DARI KUMOGAKURE yaitu sejenis meriam yang menyimpan kapasitas cakra entah dari mana, dia kebelet NEMBAKIN SENJATA ITU KE BULAN SEKALIAN ORANG-ORANG YANG LAGI DI BULAN, WAT!? Yah, dia sebenernya hendak melakukan itu karena daripada bulannya runtuh ke bumi, lebih baik bulannya ancur sekalian BEGITU!? SERIUSLAH EI, ANDA ADALAH RAIKAGE YANG SEHARUSNYA LEBIH PAKE OTAK DARIPADA OTOT! TIDAKKAH ANDA BERPIKIR PANJANG EFEK LANJUT YANG AKAN TERJADI BERIKUTNYA KETIKA BULAN HANCUR NANTI!? 😮 Tapi untung aja sebelum Ei menembakkan senjata, tiba-tiba ada pengumuman bahwa misinya sudah selesai! Itu diketahui dari ukiran di bulan oleh Kurama, ada simbol yang artinya “selesai”.

Begitulah, BULAN GAK JADI ANCUR, YEEEEEEAAAAAAHHHH!!!! 😀 Eh tunggu, APA, KURAMA MENGUBAH BENTUK BULAN DENGAN KALIGRAFINYA TADI!? 😮 TONERI JUGA! WOY, SATUIN LAGI BULANNYA WOY! >:o Tapi itu adalah PLOT HOLE, tidak dijelaskan bagaimana bulan kembali seperti semula… bah.

Akhirnya.

AKHIRNYA!

AKHIRNYA BALIK KE BUMI TERCINTAH! Selesailah penderitaan ketidaklogisan di ruang angkasa!

Eh, beneran cuma sampe situ?

Sepertinya… gak.

Sesampainya di tepi danau, Naruto sama Hinata ngajak Toneri ke bumi, tapi Toneri ogah karena dia mau bertapa di bulan yang entah udah disatuin apa belum. Hinata bilang, “Kapan-kapan ke bumi ya!” Toneri balas, “Bulan gak akan balik ke bumi. Gak bakalan pernah.” Lalu Toneri pergi. Entah gimana cara dia ke bulan, itu plot hole.

Scene berpindah ke DALAMNYA DANAU (aku masih kurang ngerti, ngapain masuk ke danau? Kan tadi udah di tepi danau…), Hinata tanya ke Naruto tentang syal tosca-putih yang kemarin-kemarin dipakai Naruto. Naruto bilang kalo itu syal bikinan ibunya –Kushina- sudah dari dulu sebelum ibunya meninggal karena Insiden Kyubi waktu dulu. Syal buatan ibunya itu barang simpanan Hokage Ketiga, Hiruzen Sarutobi. Hinata merasa bersalah udah ngira syal itu bikinan fangirl-nya Naruto, pfft. Tiba-tiba Hanabi menginterupsi (TUNGGU, matanya udah balik lagi? CEPET AMAT BALIKIN MATA ORANG!? Emangnya Hanabi itu MrPotatoHead!? 😮 ). Dia bilang kalo Naruto sama Hinata udah ditungguin Hanabi, Sakura, Shikamaru, dan Sai dari tadi. Kemudian mereka ke tepi danau duluan, ninggalin Naruto sama Hinata.

Dan di sinilah PUNCAK DARI SEGALA ADEGAN DRAMATIS ROMANTIS GAK LOGIS.

Naruto gandengan sama Hinata, entah disebut berenang atau loncat karena mereka loncat-loncat sambil renang di dalam danau. Mereka berdua melewati bola-bola memori yang menggambarkan kenangan mereka berdua di masa lalu dan masa depan. Dramatis, sih. Tapi aku masih bingung gimana caranya kenangan mereka nyambung sama bola-bola itu? :/

“Hinata, apa kamu ingat waktu dulu di akademi, Guru Iruka menyuruh kita menulis ‘siapa yang akan bersamamu di akhir dunia’? Waktu itu aku gak tau mau nulis siapa, karena aku gak punya ayah atau ibu. Tapi, sekarang… aku tahu aku akan menghabiskan waktu dengan siapa. Aku akan bersamamu, Hinata. Sampai mati.”

Hinata menangis terharu… TUNGGU, ITU BERARTI AIR MATA DI DALAM AIR, OH INI SEPERTI SPONGEBOB SQUAREPANTS AH LUPAKAN SAJA.

ITU ADALAH ADEGAN YANG PENUH DENGAN FEELZ, aku TERHARU BANGET sama apa yang dikatakan Naruto ke Hinata, hiks hiks hiks… 😥 cuma, aku bakal lebih dapet lagi FEELZ-nya kalo tempatnya lebih logis. 😦

Lalu yeah ada adegan Naruto pakai syal, lari gandengan tangan sama Hinata dengan berbagai versi… Part 2, Part 1, lalu versi waktu masih di akademi. Aku tahu kalau adegan itu menunjukkan bahwa selama ini mereka “terhubung” sejak dulu. Sejujurnya aku merasa kalo mendingan adegan itu dijadikan video ending theme anime-nya (bukan movie) daripada bagian cerita asli, itu cuma pendapatKU aja, sih. :/

Hinata nyaris jatuh karena bola-bola itu mulai hancur entah kenapa dan siapa yang membuat bagian dalam danau gempa. NARUTO GENDONG HINATA (CIEH CIEH) Abis itu Naruto pake Rasengan ke arah bawah, bikin mereka berdua MELESAT KAYAK ROKET, lalu JEBURRR!! Mereka berdua melesat keluar danau sampe yang lainnya kaget karena Naruto juga ngancurin langit-langit gua pake Rasengan itu juga.

Oke, sampe manakah Naruto sama Hinata melesat? Sampai DI DEPAN BULAN. NGAWANG. MUMBUL. YA, GRAVITASI TIDAK MENARIK MEREKA TURUN DENGAN CEPAT, ya ya ya aku tau kalo di titik puncak itu gravitasi menjadi nol, tapi mereka TERLALU LAMA MUMBUL! Yang paling fenomenal adalah… SEMPAT-SEMPATNYA MEREKA KISU SAMBIL MUMBUL DI DEPAN BULAN! Lalu bagaimana Naruto dan Hinata jatuh… tidak dijelaskan, karena layarnya menghitam lalu Naruto berkata, “Hinata, terimakasih.” Aku mikir kalo mereka bakal jatuh secara tidak elite-nya, makanya ceritanya langsung selesai macam gitu.

Tamat.

TAMAT.

YA, TAMAT.

TAMAT SUDAH PENDERITAAN KETIDAKLOGISAN FILM INI.

EH.

TUNGGU! Belum sepenuhnya tamat karena di endingnya, lagu “Hoshi no Utsuwa”, ada PESTA KONDANGANNYA NARUTO SAMA HINATA…! NIKAH MUDA, WOEY…! Woohoo, epilog novel Konoha Hiden nyempil di sini…! 祝言日和! 😀 HAMPIR SEMUA TOKOH FIGURAN ADA DI SINI, jadi puaskanlah mata kalian sebaik mungkin. Walaupun… Sasuke gak ada, karena Sasuke lagi mengembara… pfft… padahal itu sohib terdekat yang kondangan, kok Sasuke malah gak ke pesta kondangan sohibnya… mungkin karena Sasuke cemburu ke Hinata, jadinya dia melanjutkan pengembaraannya. Ending diakhiri oleh malam pertama ehm, ehm… kisu-nya pengantin baru.

Epilog?

Oh, kalian mau epilog? TENTU SAJA ADA!

Beberapa tahun kemudian, sebuah keluarga kecil bermain bola salju di teras yang menghadap patung hokage…

TAMAT.

100% TAMAT.

Bagaimana? Epilog yang heartwarming (dan logis), kan? 😀 Tapi sayangnya awal sampai akhir cerita… tidak begitu bagus… 😦 maksudku… AKU SERIUS, Pak Masashi Kishimoto sang penulis skenario sekaligus sutradara film SANGAT MEMBUTUHKAN buku paket FISIKA sebanyak 6 jilid… ya, dari jilid kelas 1 SMP/MTs sampai jilid kelas 3 SMA/MA… oh, buku paket BIOLOGI juga untuk jaga-jaga, materi tentang transplatansi organ… kalo gak gitu ya minimal nonton film dokumenter tentang bulan… Ah, ini sangat disayangkan padahal waktu ceritanya Gaara vs Mizukage Kedua itu FISIKA BANGET, kenapa di The Last kualitas fisikanya jadi turun drastis gini? Atau mungkin waktu ceritanya “Gaara vs Mizukage Kedua” dibantu sama asistennya? Entahlah, Allahu A’lam. :/

Sejujurnya aku sendiri juga bisa dikatakan sangat lemah dalam pelajaran fisika dan biologi, TAPI setidaknya aku tahu bahwa:

  • AIR SELALU BASAH, entah air DANAU, air laut, air sungai, air sumur, air comberan, maupun air kencing itu SELALU BASAH, ITU MUTLAK SUNNATULLAH TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT bahkan bocah yang baru disuapin bubur tim juga tau kalo air itu basah. (ini ceritanya aku masih gak terima soal AIR GAK BASAH, ah sudahlah, aku bingung sendiri…)
  • ATMOSFER MELINDUNGI BUMI dari jatuhnya meteor. JARANG ada kejadian meteor jatuh ke bumi, kalopun iya pasti gak hujan kayak gitu.
  • GAYA GRAVITASI DI BULAN ITU 1/6 GAYA GRAVITASI BUMI, berarti kalian bakalan ngawang di bulan, bukan nginjek bulan.
  • LUAR ANGKASA ITU HAMPA UDARA, kalian gak bisa ngomong maupun nafas di sono, kalian bakal mati tanpa alat khusus.
  • TRANSPLATANSI BOLA MATA tidak segampang yang dikira… :S
  • Ketika suatu benda dilesatkan ke atas dengan gaya dan kecepatan tertentu, di titik puncaknya benda tersebut akan mengalami gaya gravitasi sama dengan nol UNTUK WAKTU YANG SINGKAT.

OKEOKEOKEOKEOKEOKEOKE, aku tahu Pak Kishimoto punya imajinasi yang tinggi, aku tahu kalau Naruto itu serial kartun dimana semuanya fiktif, tapi ini bukan masalah imajinasi, ini masalah LOGIKA! Logika di film ini kurang dari sama dengan SPONGEBOB SQUAREPANTS… Walaupun begitu, orang-orang kayak aku masih bisa memaklumi ketidaklogisan di Spongebob. Kenapa? Tentu saja karena SPONGEBOB ITU KARTUN GENRE KOMEDI. Apa The Last itu film kartun genre komedi juga?

Selain itu, masih banyak plot hole di film ini. Ayolah, katanya di booklet The Last itu dijelaskan kalau Pak Kishimoto benar-benar mengatur adegan di film itu dengan detilnya, bahkan beliau sempat mewanti-wanti kru bahwa HINATA MEMBUTUHKAN WAKTU YANG LAMA KETIKA MERAJUT karena MERAJUT SYAL ITU SUSAHNYA MINTA AMPUN. Iya sih, adegan gitu diperhatiin. Lah, yang lainnya? :/

Film ini gak begitu memorable kalau gak dikatakan ini adalah PERTAMA KALINYA movie Naruto dengan kisah cinta. Pak Kishimoto bilang bahwa beliau malu untuk membuat kisah cinta, yah, kupikir Pak Kishimoto agak memaksakan diri membuat cerita The Last… fanservice-fanservice itu ahsudahlah, itu semua maksa dan gak terlalu penting, mending diganti dengan sorotan ke karakter lain, yah itu sih opiniku. Tidak ada yang salah dengan kisah cinta SELAMA KISAHNYA DITULIS DENGAN BAIK DAN LOGIS. Aku gak begitu suka 90% kisah cinta di film ini (kecuali endingnya). YA, DI FILM INI AJA. Padahal aku suka “hint” Naruto sama Hinata dari Ujian Chunin sampai PDS 4, karena waktu itu mereka adalah “pasangan” yang yang dramatisnya gak berlebihan, pokoknya pas banget sama seleraku. TAPI KALAU DI FILM INI AH SUDAHLAH, kisah romanshit TERLALU DRAMATIS… ck. Ini bukan seleraku, mungkin ini selera orang lain. Walaupun gitu, aku masih setuju kalau film ini sasaran Shounen.

Ngomong-ngomong, aku ngerasa kalo cerita ini sedikit ngambil referensi Ramayana. Naruto = Rama, Hinata = Sinta, Toneri = Rahwana. HANYA SAJA “RAMA” GAK SEGALAU ITU PAS “SINTA” DICULIK “RAHWANA”, HA!

Sementara itu, semua adegan tarung-tarungan sangat keren kecuali “pertarungan” final yang antiklimaks abis. Tunggu, itu bahkan bukan “pertarungan”.

Karakter

Ya, dulu aku udah pernah nulis siapa aja karakter penting di film ini, saatnya nulis lagi dengan beberapa tambahan garis bawah!

Nulis antagonisnya dulu biar antimainstream… sang antagonis TONERI ITU ALIEN TAMFAN, sayangnya dia jones… hiks… aku kasian, aku penasaran apakah dia bakal ke bumi lagi… tapi sepertinya gak bakalan pernah… 😥 TAPI SERIUSLAH TONERI kamu udah salah terjemah wasiat Hamura, kayaknya kamu abis mabok terang bulan Holland…

Sang protagonis adalah Naruto yang SUPER DUPER DONKAN alias INSENSITIF alias GAK PEKA, padahal ini udah DUA TAHUN sejak Hinata menyatakan perasaannya, ya ya ya di film ini Naruto jadi 100 % peka berkat BANTUAN GENJUTSU dan SAKURA sang HEUG NH SHIPPER… ah… heroin utama adalah Hinata… hmmh, sejujurnya… ini pertama kalinya aku KZL ke tokoh kesukaanku sendiri… lebih tepatnya… aku KZL ke Hinata TAPI HANYA DI FILM INI! Yah, intinya di film ini dia gak bisa apa-apa tanpa NARUTO SANG COGAN… pret. Selain itu, selama ini (dari dulu) mayoritas scene yang melibatkan Hinata pasti nyambungnya ke Naruto, itu membuat karakter Hinata semakin daaaaaaaaaaaangkal. Tapi aku masih ngefans Hinata, liat aja foto profil Gravatar-ku gambar Hinata! 😛

Sakura si KETUA FANDOM NH YANG SESUNGGUHNYA, Sai yang pinter nggambar (atau lebih tepatnya animatornya yang pinter), dan Shikamaru yang jenius tapi kejeniusannya gak terlalu diperlihatkan di film ini… padahal aku kangen sama strategi Shikamaru yang wah. 😦

Lalu blablabla… ah sudahlah, aku kan udah pernah nulis karakter-karakternya dulu. Lagian juga, di cerita tadi juga udah sempat aku tulis “karakter ini udah melakukan itu”, sejenis itu.

Oh iya, sebelum aku menutup sesi “karakter”, aku mau bilang kalau EI ADALAH RAIKAGE YANG BERPIKIRAN PENDEK, sependek kacang panjang yang udah dipotong sampe 1 milimeter tapi namanya masih “kacang panjang”. Dengan kata lain, aku perhatikan kayaknya gak ada tokoh lain yang protes gara-gara Ei berpikiran sependek kacang panjang yang dipotong jadi pendek… terjemahkan sendiri maksudku. Ayolah, kepala desa kok pikirannya pendek gitu. -_-

Gambar dan Animasi

Intinya semua udah gede, bajunya udah ganti juga dong! Naruto… ah sudahlah, mending rambut model tentara daripada rambut copas bapaknya. Entah kenapa Naruto keliatan tamfan di tiap NH-scene… entahlah… perasaanku aja. Aku suka pertumbuhan Sakura dan Hinata (karena mereka tambah besar, ya, besar). Ino agak gimana gitu, tapi dia cantik kok. Shikamaru sama Lee gak terlalu berubah, dari dulu ya gitu, bajunya aja yang ganti. Sai… bajumu… masih ngeliatin puser… XD desain Chouji, Kiba, Shino, dan Tenten sangat keren, SAYANGNYA MEREKA GAK BANYAK NGAPA-NGAPAIN DI FILM INI (secara aksi), yang lainnya aku gak bisa komentar lebih lanjut saking bingungnya.

Adegan tarung-tarungan hmm aku suka itu, semuanya terlihat detil. Zoom in zoom out yah lumayan. Background terlihat detil, walaupun MANA ADA AIR GAK BASAH HAH!? Tapi itu bukan salah animatornya, karena ANIMATOR KUDU NURUT SAMA SUTRADARA.

Salah satu hal yang masih gak bisa aku terima adalah waktu Invasi Pain! Masak, copas dari ratusan episode yang lalu? Oh iya, untuk menghemat duit tentu saja. Maaf, aku gak bermaksud menghina, tapi… itu episode dengan animasi yang BUUUUUUEDA JUUUUUUAUH dengan animasi di film ini! Ini adalah… kemerosotan akhlak kualitas! Lah, animasi adegan Ujian Chunin aja di-replace, kok yang Invasi Pain nggak? :/

Musik

Yasuharu Takanashi, seperti biasa, beliau adalah komposer musik Naruto Shippuden, mmm… BGM enak didengar dan beberapa dari itu memorable… sangat pas dengan adegan-adegannya… sekali lagi, aku paling suka yang judulnya NARUTO and HINATA, aku akan mendengarkan BGM itu di hapeku berulang-ulang, sayangnya HAPEKU UDAH ILANG sebelum file itu aku pindahin ke laptopku AAAAAAAAHHHHHHHH………………………… NASEEEEEEEEEEEBBBBB………………………!!!!!! 😥

Walaupun begitu, ada beberapa judul BGM yang nadanya sama hanya saja alat musiknya beda. Juga, pas adegan Naruto tarung sama Toneri di bulan itu pakai BGM lawas di part 1.

Ah ya, untuk ending theme judulnya Hoshi no Utsuwa, ah… aku suka lagu itu. Untung aja ada di laptopku, jadi aku bisa dengarkan lagunya kapan aja.

Aku mau dengar BGM-BGM itu lagi, tapi aku gak mau nonton filmnya juga… :/

Rating

Tentu saja, ini beda dari “kesan sementaraku” waktu dulu. Rating ini udah aku pikir dengan matang dan aku pakai akal sehatku ketika mengetik ini.

Cerita             : 3.5/10 (REMIDI FISIKA DAN BIOLOGI, adegan dramatisnya ahsudahlah, ending heartwarming sedikit menaikkan skor, tapi entah kenapa nilai ini agak kelebihan…)

Karakter        : 7/10 (aduh, Hinata kok jadi lembek di film ini ya? Apa cuma perasaanku aja? Selain itu, tokoh-tokoh lainnya kurang banyak mucul karena beberapa fanservice gak penting, tapi seriuslah ini bukan salahnya Naruto atau Hinata karena mereka cuma tokoh 2D… ini salah scenario writer, mungkin?)

Gambar         : 7.5/10 (kalo misalnya adegan Invasi Pain itu gak hasil copas, aku tambah skornya deh)

Musik             : 9/10 (PUJA BGM AJAIB sama Hoshi no Utsuwa, ULULULULULULULULULU)

Keseluruhan            : 6.75/10 (di atas rata-rata sih… tapi kayaknya aku terlalu baik, padahal itu semua secara subjektif :/ )

Akhir Kata

Sekali lagi, film ini… bukan untukku. Mungkin film ini untuk orang lain. Walaupun gitu, aku gak merekomendasikan film ini ke guru lesku dan ADIKKU SENDIRI walopun dia udah merengek-rengek ke aku (ya, aku gak bisa bayangin bocah umur 7 tahun nonton film romanshit). Hmm, lalu film ini untuk siapa? Mungkin untuk fans NH yang suka adegan romanshit tanpa memikirkan logis atau tidaknya alur cerita. Terkadang aku mikir kalau ada orang yang bilang bahwa film ini 100% logis, pasti dia abis kena cuci otak atau dia sering ketiduran pas pelajaran fisika makanya dia merasa logika di film ini 100% baik-baik aja.

Film yang tiketnya laku film itu bagus. Sangat disayangkan… cerita gak terlalu bagus (kenapa cerita random macam gini itu canon? Kenapa!?), padahal itu komponen utama sebuah film. Padahal, komponen yang lainnya di atas rata-rata. Film ini jadi keliatan kayak fanfic berbudget tinggi. Maafkan aku, Pak Kishimoto. m(_ _)m Aku jauh lebih menikmati Road to Ninja (gak peduli ini canon apa gak canon, tidak ada yang salah dengan Alternative Timeline) daripada The Last, karena RTN punya pesan moral yang cukup bagus, sedangkan pesan moralnya The Last… eh… aku tahu pesan moralnya, tapi pesan moralnya bukan untuk semua orang.

Mungkin ada yang bilang film ini bagus, aku sih gak papa, karena setiap orang punya opini masing-masing. Masalahnya, kalo ada yang sampe “mengganggu” sih… ah sudahlah.

Ngomong-ngomong film ini 11-12 dengan game AstralAir no Shiroki Towa, soalnya fisikanya ahsudahlah (SALJU TURUN DARI LUAR ANGKASA?), di sisi lain BGM-nya enak didengar.


KOREKSI:


Setelah aku cari tau tentang penulis skenario film ini, sebenarnya Masashi Kishimoto BUKAN penulis utama film ini! Yep, walopun film ini disetujui Pak Kishimoto sebagai film yang
CANON, Pak Kishimoto cuma desain karakter dan SEDIKIT membantu cerita (tapi tetap saja dia mengatur jalannya film ini, yah kayak sutradara gitu). Jadi, kalau mau protes tentang SEGALA HAL YANG AHSUDAHLAH DI FILM INI (terutama Hinata yang jadi lembek, OOC yang paling OOC), salahkan saja Maruo Kyouzaka, screenplayer film ini … yep, penulis novelnya The Last juga… ah, bicara soal novelnya, itu jauh lebih detil daripada filmnya, jadi yah masih bisa sedikit dimaafkan, sih… tapi ayolah kenapa cerita ahsudahlah macam gini itu CANON? Ada apa dengan Pak Kishimoto, kenapa Kyouzaka dibiarkan menulis cerita ini? Imajinasi random-ku menggambarkan seperti ini kronologinya:

Kishimoto: (di meja kerja) “Aduh, aku pengen bikin kisah cintanya Naruto, tapi aku malu banget… amsyong dah padahal aku pengen banget soalnya aku nge-ship Naruto sama Hinata (nge-ship tokoh bikinan sendiri), masalahnya ini komik genre petualangan dan tarung-tarungan, ntar kalo ada chapter yang isinya cinta-cintaan doang kan kamper, beuh.”

TRING!

Kyouzaka: (datang secara random seperti Ibu Peri) “Tenang, Pak Kishimoto! Saya juga nge-ship mereka berdua! Kalau Anda tidak keberatan, biarkan saya yang membuatkan ceritanya untuk Anda! Urusan chapter? Gak perlu! Difilmkan saja! Bagaimana?”

Kishimoto: “Wah, boleh juga tuh! Terima kasih Ibu Peri! Mari kita diskusikan seperti apa ceritanya!”

Lalu mereka mendiskusikan ceritanya seperti ini:

Kishimoto: “Ini ceritanya pas PDS 4 Naruto ultah ke-17. Nah, karena menurut standar saya, cinta-cintaan itu pas umur 18 tahun ke atas, jadi enaknya film ini pas 2 TAHUN ABIS PDS 4 aja, jadi Naruto umur 19 sedangkan Hinata umur 18, gitu.”

Kyouzaka: (ngomong dalem ati) “Et dah! Itu artinya Hinata 2 TAHUN WAITING, bujug! Apaan lagi tuh sama ’18 tahun ke atas’!? Nambahin ide buat author komik doujin H, gitu!? Plis, kalo di Comiket tahun depan komik doujin H Naruto bejibun, itu bukan salahku, ya!”

Kishimoto: “Oh iya, saya kan bukan penulis utama film ini, so pasti orang pada gak percaya kalo film ini canon. Nah, biar makin kerasa hawa CANON-nya, antagonisnya dari Klan Otsutsuki aja! Klan Otsutsuki kan CANON, tuh! Tenang aja, saya setujui kalo ada Otsutsuki-nya!”

Kyouzaka: “Iyain aja deh. Oh iya,Otsutsuki kan alien, bisa nafas di bulan kan?”

Kishimoto: “Yoi. Oh iya, jangan lupa SASUKE! Ntar kan abisnya perang itu dia mengembara, nah gimanapun caranya Sasuke KUDU ADA soalnya saya ini ngefans Sasuke sama Klan UCHIHA.”

Kyouzaka: “Hmm… Sasuke? Yayaya, okelah.”

Kishimoto: “Oh soal ceritanya nanti, gimana kalo cerita ini melibatkan… syal merah, biar makin romens? Ceritanya musim dingin di Konoha, gitu. Ya, syal merah itu klise tapi kan dulu waifu saya pernah bikin syal buat saya…”

Kyouzaka: *fanboy mode* “KYAAAAAAAAAA, SYAL MERAAAAAAH!!!! AAAAHHHHH, SO SWEET BEUDZ!!!!111!!!!11!!”

Kishimoto: “SAMA ADEGAN KISU! JANGAN LUPA ITU! Kisu-nya yang ANTIMAINSTREAM! Ya, saya emang malu kalo liat adegan kisu tapi saya lebih malu lagi kalo nggambar OTP kesayangan saya kisu! KUDU ADA KISU SOALNYA MEREKA UDAH GEDE! Gak peduli Naruto udah pernah kisu sama Sasuke, pokoke Naruto kudu ada kisu sama Hinata! KUDU!!111!!!”

Kyouzaka: “AYE, KAPTEN!”

Begitulah, setelah sedikit diwanti-wanti Pak Kishimoto, Kyouzaka pun menulis cerita dengan enak jidat.

TAMAT.

*ITU CUMA PIKIRAN RANDOMKU, JANGAN DIANGGEP BENERAN*

Advertisements

4 thoughts on “[KESAN BENERAN] The Scarf: Ammonia The Movie

  1. Pingback: Sequel of “Boruto dan Sarada, siapa emak kandung kalian?” | Nectarinia's Mind

  2. hihihihi seperti biasa tulisanmu selalu keren Rafa :3 aku ketawa” mulu loh baca ini sungguh daaaaan kau tau, aku 100% setuju dengan tulisanmu. yaaaaah kalo boleh jujur dulu kalo pelajaran berbau IPA (kecuali Biologi) aku sukses tertidur tau wkwkwkwk jadi nilai IPA-ku tidak pernah lebih dari 5 :v
    jadi aku tidak terlalu paham akan Teori IPA apapun karena SMA pun aku jurusan IPS hehehehe :v
    kalo memang bermain logika, memang film The Last kelogikaan kaga bakalan dipake deh wkwkwk. tapi toh berdoa saja tar yang movie Boruto kembali banyak logisnya wkwkwkwk :v
    kalo mau balas ke fb-ku saja ya wkwkwkwk takut ga buka” kesini dikarenakan aku harus kembali terjun ke dunia real untuk ujian >.<

  3. Pingback: 恋騎士:Rute Biasa + Rute Elcia | Nectarinia's Mind

  4. Pingback: Episode “NARUTO-HINATA”, Hype…? | Nectarinia's Mind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s