[Kesan Sementara] The Last: Naruto The Movie

Oke, karena banyak orang yang mules gegara baca postku yang Bahasa Inggris-nya AMYONG DAH ANCUR GAK KARUAN, jadi aku sudah mengantisipasinya dengan bikin versi BAHASA INDONESIAAAAAAAAA……..!!!!!!! 😀 *sfx: JENGJEEEEEEEEENG!
Kenapa Bahasa Indonesia? Karena yah, kalian tahulah kalau blog ini sebenarnya dibuat untuk Bahasa Indonesia… ahsudahlah, kok jadi ngelantur gini! Waktunya menulis kesan tentang The Last: Naruto The Movie! Ahahay, kalo Bahasa Indonesia gini sih aku SEMANGAAAAAAAT!!!!!!! ^3^ ~♪ yah, walo ada bagian yang aku tambahi-dan-kurangi, sih.

Oh, kenapa “kesan sementara”, bukan “ulasan”? Ya, karena aku masih belum sepenuhnya nonton… ya ya aku tau kalau bulan depan The Last bakal tayang di bioskop di Indonesia, tapi KENAPA DI KOTA MALANG GAK ADA BLITZ MEGAPLEX!? AAAAAAAAARRRRRGHHHHH!!!!!!!!!

Cerita
Sinopsis? Baca Wikipedia. Euh… 2 tahun sejak berakhirnya Perang Besar Shinobi Keempat, Naruto, Sakura, Sai, Shikamaru, dan Hinata kudu nyelamatin Hanabi plus Naruto disuruh melakukan adegan romanshit sambil menyelamatkan Bumi dari reruntuhan Bulan? Kalian juga bakal dapat informasi tentang Klan Otsutsuki dan Klan Hyuga. Yep, Hyuga. Kalau film ini adalah visual novel, mungkin ini sejenis… “Rute Hinata”, di mana kamu harus memecahkan masalah yang menyangkut heroine itu (Hinata). Yah, plot sebenarnya dari film ini sih “kisah cinta Naruto”. Tapi kalau kalian mau nonton The Last CUMA karena NH (bukan, bukan “Naruto Hentai”, maksudku “Naruto-Hinata”) itu sama aja kayak kalian main visual novel Grisaia no Kajitsu, main rute Amane CUMA karena pengen fanservice-nya Amane doang. Yah, terjemahkan sendiri maksudku.

Aku bukan penggemar genre romantis, tapi KENAPA!? KENAPA AKU NGESHIP SI HINATA DENGAN SI KEPALA DUREN ITU SEJAK SD!? KENAPA AKU NGESHIP MEREKA PADAHAL AKU BUKAN FANS BERAT GENRE ROMANSHIT!? Cih, aku pasti mimpi! Aku pasti cuma mimpi nonton film macam gini! Aku nonton film ini bukan karena ingin lihat NH-SCENE (sekali lagi bukan, tolong jangan samakan dengan “H-Scene” KARENA INI BUKAN ULASAN EROGE, WOEY!). Aku nonton film ini karena ingin menikmati film secara KESELURUHAN. Untung aja film GAK 100% ROMANTIS karena kalian harus ingat kalau serial ini masih ada genre lain, yaitu AKSI dan PETUALANGAN. Yah kupikir film ini punya keseimbangan yang bagus antara aksi, petualangan, dan romantis.

Banyak sekali NH-SCENE di film ini (55% FANSERVICE, 45% PLOT SUNGGUHAN; tunggu, aku gak cerdas dalam matematika tapi itu bukan berarti aku bego dalam matematika). Yang fanservice pada berlebihan. Bukan, bukan. Di film ini gak ada adegan arwahnya Neji nginceng Hinata mandi di onsen (TUNGGU, INI BUKAN RODTUTINJA). Yang kumaksud “fanservice berlebihan” itu yah… emm… spoiler… kalian tahu kan kalau misi ini membutuhkan 5 ORANG, tapi kenapa Sai cuma bikin 4 BURUNG pake tintanya? Apakah Sai ngeship Naruto dan Hinata, lalu dia CUMA BIKIN 4 BURUNG supaya fans NH lainnya pada fangirling/fanboyying gak karuan seperti “O EM JI, NARUTO SAMA HINATA NAIK BURUNG YANG SAMA!” lalu fans NH bertingkah kayak zombie? Aku bukan fans macam gitu, tahu! Yah kupikir itu adalah salah satu dari FANSERVICE NH.
Di sisi lain, salah satu dari PLOT SUNGGUHAN adalah adegan dimana Naruto dkk. kena genjutsu di danau. Yah walaupun aku masih kurang ngerti kenapa tuh syal merah bisa ngebungkus Naruto; mungkin biar makin dramatis. Sesudah adegan genjutsu itu, Naruto bersikap lebih manis ke Hinata (Tentu saja itu ada alasannya). Itu berarti… LEBIH BANYAK FANSERVICE! Fanservice lagi, hah!? Maafkan aku, fans NH yang akan berkata padaku, “HEI, NARUTO BERSIKAP MANIS KE HINATA KARENA ITU BAGIAN DARI PLOT! ENAK AJA KAMU SEBUT FANSERVICE!!”. Walaupun fanservice itu tetap mengandung PLOT, tapi tetap saja… ck.

Yang aku permasalahkan dari film ini, daripada film ini TERLALU fokus ke fanservice NH melulu, kenapa scene gak berpindah ke tokoh lainnya, heh? Ini bukan salah Naruto dan/atau Hinata. Ya, bukan salah mereka. Bukan salah Naruto si protagonis utama yang selalu disorot. Bukan salah Hinata yang naik pangkat jadi heroine utama yang selalu di sisi Naruto. KARENA… *tarik nafas lalu hembuskan* [NARUTO SAMA HINATA CUMA TOKOH FIKSI ALIAS BARANG DUA DIMENSI ALIAS BENDA MATI, MENYALAHKAN MEREKA ITU SAMA SAJA SEPERTI MENYALAHKAN BENDA MATI, OKE!? Kalian kudu ingat, kalian BOLEH BENCI atau SUKA mereka, tapi GAK USAH BERLEBIHAN!] Bukan sepenuhnya salah Pak Kishimoto yang sudah susah payah membuat cerita dan desain karakter ini. Bukan sepenuhnya salah Studio Pierrot yang udah susah-susah promosiin mereka. Oh? Kalian mau bilang kalo Sasuke dan Kakashi (baca: tokoh ngetop yang dijadiin pancingan) gak banyak muncul padahal mereka udah dipromosiin besar-besaran? Menurutku, sih, Naruto dan bebeibnya itu lebih banyak dipromosiin. Lagian juga, kalo nonton film CUMA karena pengen lihat tokoh kesukaannya yang ngetop itu tampil, yah… itu berarti kalian gak bakal sepenuhnya nonton. Yep, bukan sepenuhnya salah siapapun. Mereka sudah bekerja keras, mau gimana lagi. Kita tinggal nonton film.

Oh, syal merah. Klise. Ya ya ya, aku tahu interviewnya Pak Kishimoto tentang syalnya yang dibikinin istrinya, tapi tetap saja… klise. Yah, walaupun film ini klise dan bisa diprediksi, tapi ini adalah pure love story yang bagus. Aku suka adegan final antara Naruto dan bebeibnya [TIDAK TERMASUK adegan ciuman sambil mumbul depan bulan itu. Itu mah cuma adegan fanservice yang kurang logis, maksudku… MAKSUDKU GIMANA CARA NARUTO SAMA HINATA TERJUN LAGI DITARIK GRAVITASI!? Tau-tau udah layar item aja…]. Epilognya sangat HEARTWARMING…

Karakter
Protagonis utama serial ini SELALU Naruto Uzumaki, pria (ya, 19 tahun udah bukan cowok lagi kan?) yang gak peka-peka, tapi fangirlnya bejibun. “NARUTO-SENPAAAAAAAAEEEEEE!!!!!! NOTIS MI SENPAE…!!!” wkwkwkwk. XD Heroine utama adalah Hinata Hyuga, wanita (ya, dia sudah 18 tahun) yang selalu mencintai Naruto sejak kecil. Kemanakah “Hinata yang mempunyai tekad kuat” ketika Perang Besar Shinobi Keempat? Aku tahu kalau Hinata masih memiliki tekad kuat, tapi entah kenapa di film ini dia lebih… damsel in distress? :/ Antagonis utama adalah Neto- eh, Toneri Otsutsuki, keturunan dari Kaguya. AAAAAAAAAAH, TONERI ITU TAMFAN DAN KECE tapi pas pertarungan terakhir dengan Naruto… ALAMAKJANG, TRANSFORMASINYA SEREM BEUDZ…..!!!! 😮 Aku sebenernya kasian sih ke Toneri, karena sebenarnya TONERI ITU ORANG YANG KASIHAN BANGET… kalian bakal tau maksudku kalau nonton tuh film.

Kita juga punya Sakura Haruno, HEUG NH SHIPPER! Dia makin setronk! CIHUUUUUUY!!!!! \ 😀 / Sai, si emotionless yang pinter nggambar. Sst… di endingnya, kalian akan menyadari kalau Sai itu bebeibnya Ino Yamanaka. Sepertinya Sai udah tau makna “cinta” yang sebenarnya. Shikamaru Nara, sang pemimpin yang teramat jenius. Sayangnya, kejeniusannya kurang digunakan di film ini. Shikamaru adalah teman baiknya Chouji Akimichi, sekaligus… ehm… bebeibnya Temari (ECIEEEEEEH…!!!). Bacalah novel “Shikamaru Hiden” untuk keterangan lebih lanjut. Kakashi Hatake adalah Hokage Keenam, YEEEEEEEEEEEY…….!!!!! 😀 / \ 😀 Bagaimana dia jadi Hokage? Bacalah “Kakashi Hiden” untuk keterangan lebih lanjut. Sasuke Uchiha, si pengembara… euh… eeh… ehm… dia cuma muncul… eh… satu… menit? Atau kurang dari itu? Yeah, walaupun munculnya cuma sebentar, dia melakukan kerja bagus! Hanabi Hyuga adiknya Hinata yang gahol beudz semenjak kematian Neji (di novel sih dijelaskan begitu; novel dapat membantumu kalau ada beberapa bagian yang kurang kalian pahami). Konohamaru Sarutobi kini menjadi “anak buahnya” Naruto, lel. XD di novel juga dijelaskan kalau dia malah senyam-senyum bangga melihat Naruto dikerubungi fangirl.

Ehem, ada “secret character” juga lho di film ini! Muka mereka gak diperlihatkan di film ini (padahal di desain character, muka mereka diliatin…), tapi setidaknya foto mereka memperlihatkan muka mereka!

Gambar

Aku gak bisa menilai banyak soal ini sih, karena… *uhuk* rekaman *uhuk*. Sejauh ini aku lihat gambar dan animasinya lumayan bagus, walaupun ada beberapa bagian yang gak konsisten. Adegan danau genjutsu, pengakuan Hinata waktu invasi Pain (part 2) itu cuma copas dari episode jadul. Tentu saja gambarnya episode itu beda dari gambar film ini. Daripada copas episode jadul, kenapa adegan itu gak di-remake aja? Padahal adegan pas Hinata kasih obat ke Naruto (part 1) itu di-remake… Yah, itulah permasalahan utamaku. Di sisi lain, aku suka adegan pertarungannya yang detil!

Karena ini timeline 2 tahun sejak “Naruto part 2” (baca: Shippuden), desain karakternya lebih dewasa! Yah, banyak yang mempermasalahkan rambutnya Naruto yang makin pendek, tapi menurutku itu lebih mending daripada rambutnya copas bapaknya. Entah kenapa Naruto tiba-tiba jadi keliatan tamfan-dan-kece pas setiap NH-scene… mungkin cuma perasaanku. Wanita-wanita di Konoha makin cakep, terutama Sakura dan Hinata! Punya Sakura lebih besar, punya Hinata juga… huehuehue. :^) Eh, rambutnya Hinata warnanya lebih… gelap, ya? Makin kehitaman? Rambutnya Sai lebih panjang. Kenapa dia gak nutupi perutnya, mungkin biar kayak Ino. :v Oh iya, Konohamaru makin tamvan lho!

Suara
Para pengisi suaranya sangat bekerja keras buat nih film! Bagus! Aku suka pas Naruto (CV: Junko Takeuchi) teriakin nama Hinata (CV: Nana Mizuki). XD [siapa itu yang bilang kalo Bu Junko ngeship NS!? Kalopun iya, sudah pasti beliau gak bakal mengisi suara Naruto dengan sepenuh hati!]. Suaranya Hinata kayak emak-emak pas di epilog. [Oh iya ya, endingnya dia kan jadi emak-emak.] Tapi, suara Naruto terdengar seperti biasanya pas di epilog. Netori, ahem, Toneri (CV: Jun Fukuyama) bersuara kece, sekece penampilannya. Saru-satunya quote Sasuke (CV: Noriaki Sugiyama) terdengar keren! “Kalau dia gak ada di sini, berarti cuma aku yang bisa melindungi desa ini.” lalu Sasuke minggat setelah mengucapkan itu. Jiakakakakak. XD [Btw, suaranya kedua “secret character” itu unyu bangeeeeeet…! Apalagi pas ceweknya ngomong “Tocchan!”]

Lagu penutupnya adalah “Hoshi no Utsuwa” yang dibawakan penyanyi duet, Sukima Witch. “Doushite? Doushite?” :v Lagunya bertema tentang bintang, tapi kenapa endingnya malah “sakura everywhere”? Ah, lupakan.

Film ini punya 41 BGM. Beberapa BGM sangat berkesan, sisanya gak terlalu. Favoritku yang judulnya “NARUTO and HINATA” (iya, PAKE HURUF KAPITAL soalnya selama ini nama mereka ditulis pake karakter KATAKANA, jika katakana diubah ke romaji biasanya jadi HURUF KAPITAL). Yah, sesuai dengan judulnya, itu adalah BGM yang nyambung dengan PLOT SEBENARNYA dari NH-SCENE. Walau… walau lagunya terdengar ke-Disney-Disney-an… wkwkwkwkwkwk. XD Aku agak kaget pas adegan pertarungan final Naruto vs Toneri itu pake BGM lawas (“Naruto” part 1). Epilog juga! Wah, nostalgia…

Rating SEMENTARA
Jadi, gak kayak beberapa fans NH terbelakang yang kasih ini 100/10, dan gak kayak fans NS terbelakang yang kasih ini -100/10…

Ah, 100% review NEGATIF itu pada menilai CERITA doang. Kenapa mereka gak menilai gambar, animasi, dubber, musik, atau apalah itu?

Cerita: 7.5/10 (tenang aja, ini bukan nilai dibawah KKM! 7.5 itu angka yang masih dikatakan bagus karena masih di atas 5! Yah awalnya aku hendak memberi skor 8, tapi setelah kupikir ulang, fanservice-fanservice itu membuatku merasa nilai 8 itu terlalu tinggi. Heh.)
Karakter: 9/10
Gambar: 8/10
Suara: 8/10

Secara keseluruhan, aku kasih 8/10.

Akhir kata

The Last: Naruto The Movie (699.5) adalah film apik yang menceritakan kisah cinta Naruto. Serial shounen butuh genre romantis juga. Walaupun film ini gak menjawab banyak pertanyaan kalian selama blank period (tau-tau di chapter 700 ceritanya udah beranak aja, lol), setidaknya film ini menceritakan sesuatu yang baru dalam kehidupan Naruto: CINTA.

Oh iya, kalau kalian kecewa gara-gara tokoh lainnya gak banyak muncul di film ini (TERUTAMA SI SASKEY, SASULE, SASMUKE, atau apalah namanya…), [paling banter ya NYARIS SEMUA TOKOH muncul di kondangannya Naruto sama Hinata, kalo Saskey sih gak ke kondangan karena dia cemburu ke Hinata mengembara], aku sarankan kalian baca versi novel daripada nonton filmnya. Aku gak punya buku itu, aku bergantung ke translator-translator di internet, TAPI suatu hari aku bakal beli buku itu. Orang bilang, versi novel jauh lebih panjang dan detil. Ya, adegan danau genjutsu itu diperpanjang, menjelaskan genjutsu yang dialami Sakura juga (kayaknya Sai dan Shikamaru juga). [SakSULE muncul di mimpi genjutsu yang dialami Sakura, tapi Sakura langsung “menolaknya” karena Sakura langsung nyadar bahwa itu Sasuke bohongan, wkwk.] Perasaan Naruto ke Hinata lebih detil diceritakan di novel. Oke, selesai spoiler.

Sekali lagi, ini cuma “KESAN”. Kurang bisa dikatakan “review”, sih. Apakah dengan tayangnya The Last di bioskop Blitz Megaplex, aku akan menonton ulang film itu secara LEGAL? Apa aku bakal jauh-jauh ke Jakarta buat nonton film yang banyak fanservice-nya itu? Ehm… kupikir… entahlah… mungkin… kalau ada yang mau bayarin aku ongkos ke Jakarta… aku bakal ke sana…

Ah, aku sempat berencana beli novelnya secara online, daripada jauh-jauh cuma nonton yang ORIGINAL sekali, kupikir baca novel yang ORIGINAL berkali-kali itu juga masih dikatakan legal… ya, kan? Aku masih belum terlalu mahir Bahasa Jepang (masih N5), tapi aku usahain bisa baca… :v

Advertisements

4 thoughts on “[Kesan Sementara] The Last: Naruto The Movie

  1. hohoho ya ampun aku baru baca maafkan daku >……< nih titipan balasan reviewmu di fic Chiaki-chan :3 #yang Our First Date
    tadi pagi aku diberi balasannya. katanya dia ga tau ngubungin kamu gimana. yaudah kasihnya ke aku deh :3
    nih pesannya untukmu (kutulis sama persis apa yg diketiknya):
    "Iya aku temannya widya-chan. Kayaknya ke arah semi canon. sebenarnya ga tau jadi guru apa gak, maklum belom nonton the last, kalo ada salah maaf."
    .
    Nah itu saja deh :3
    semangat terus ya :3

    • Ahaha, gakpapa kak widya, eh.. namanya teman kakak itu Chiaki? Kebetulankah? Kok rasanya aku jadi keinget kejadian dimana seorang author fans NS lagi ngamuk gegara pairing kesukaannya itu gagal canon, lalu dia bikin fanfic dimana Naruto dan Sakura selingkuh? Dan dia juga bikin fanfic delusional dimana SARADA ANAKNYA KARIN? Ah, sudahlah.

      Oh aku titip salam ke teman kakak, katakan padanya begini,
      Ahaha, hubungi Rafa Nectarinia di facebook! Yah, atau blog nectarinia99.wordpress.com…
      Entahlah, setauku kencan pertama mereka (CANON) itu diceritakan di one-shot bikinan Pak Kishimoto, judulnya “After The Last”. Gakpapa deh, anggap aja AU + semi-canon. Lel. Semangat ya kak!

      Kakak juga semangat! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s