[TaTiTalk] Ulasan Buku: Diari Ramalan Takdir vol. 9

Hora! Ini adalah percakapan pertama kita yang dipost di blog! Kali ini, kita akan membahas sebuah buku komik. Sesuai dengan judul, judulnya adalah “Diari Ramalan Takdir”.

Hei! Siapa yang menerjemahkannya jadi seperti itu!? Yang benar kan “Mirai Nikki” atau “The Future Diary”! Dan lagi, kenapa kita review yang volume 9? Ada apa dengan angka 9?! Kenapaaaaaaaaa………????

Taa, aku tahu kalau kamu punya banyak pertanyaan. Tentu saja, karena creator kita, Nectarinia, menerjemahkannya seperti itu. Lagian juga aneh rasanya kalo diterjemahinnya jadi “Diari Masa Depan”. Lebih enak “Diari Ramalan Takdir”, karena takdirnya di diari itu dapat berubah-ubah. Dan tentang volume 9, itu karena dia hanya punya yang volume 9. Selain itu, dia menghayati komik itu. Jadi, dia ingin kita yang membuat review.

Kenapa kita? Kenapa gak dia aja?

Karena dia lagi sibuk boker di WC umum. Lagian juga, gak ada salahnya, kan? Ini kan debut kita di blog!

Ah, sudahlah. Aku sebenarnya juga gak sabar sih buat review komik greget ini. Titi, tolong upload gambar kovernya.

Oke.
image

TITIIIIII…!!! APA ITU YANG KAMU UPLOAD!!?? >_>

Ups, salah upload. 😛 Maksudku ini.
image

Summary: Minene Uryu, si ke-9, membuntuti wali kota Sakurami, si ke-11 demi mencari tahu apa sebenarnya catatan harian ke-11 dan rencananya dengan si ke-8. Apa sebenarnya yang direncanakan si ke-11? Dan gak disangka, oy, pas asik menyelidiki, itu… si Minene… Minene… DIA DIAJAK NIKAH SAMA SI NISHIJIMA………..!!!!!!!! *tereak-tereak ala fangirl-tingkat-akut*Kira-kira bakal gimana ya kelanjutan penyelidikannya?

PERHATIAN! Post ini mengandung banyak spoiler!

YEAH, KISAH CINTA YANG GREGET! ANTI-MAINSTREAM! \ 😀 /

Volume ini lebih berfokus ke Minene daripada si cengeng (kemudian jadi badass) Yuki maupun si yandere Yuno. Euh… Yuki dan Yuno malah jadi… antagonis. Aku sempat berpikir mengapa Minene jadi protagonis di volume 9? Mungkin karena dia si ke-9 (9th/Ninth). Oh iya, aku merasa kalau pemeran utama volume ini gak cuma Minene. Mungkin kita bisa bilang kalau Nishijima ikutan.

Seperti biasa, Pak Sakae Esuno bisa dibilang hebat dalam mencampur genre. Di volume ini, urutan genre-nya jadi… action → romantic comedy → action (lagi, karena ini menonjolkan action) → romance → action → tra… eh? Tra… tragedy? 😦

Ah… romance. Kisah cinta terlarang antara polisi dengan teroris. Minene pikir kalo dia dan Nishijima udah gak bersekutu lagi, tapi, ternyata tidak! Cihuy! Minene dilamar! Ahahay! 😀 *joget-joget di depan jamban*

Secara penggambaran, yah… hmm, Minene waktu “deredere mode” sangat imut! Oh, dan aku perhatikan gambar rambutnya Nishijima gak konsisten blas. Ekspresi tiap karakter juga kadang-kadang kurang konsinten. Itu agak ngganggu, tapi setidaknya cukup ditutupi oleh kisah romansa couple kesukaanku.

Aku tidak ingin membocorkan isinya lebih lanjut, biar Taa saja.

Jadi setelah Titi menjelaskan summary dengan bahasanya sendiri (yang nyeleneh-tapi-bener) itu, kemudian dia beropini sedikit tentang isi buku ini, biarkan aku beropini yang banyak tentang buku ini karena Titi menyerahkan urusan spoiler ke aku. Bagus! Ini yang kutunggu-tunggu! Aku punya BANYAK unek-unek yang ingin kuceritakan!

Aku ingin bilang kalau “kisah cinta terlarang antara polisi dengan teroris” ini sangat…sangat… hancur lebur berantakan. Maksudku, aku bingung dengan logikanya. Kamu bertanya kepada orang-yang-seharusnya-sekarang-bermusuhan-denganmu kenapa dia malah bersekutu denganmu lagi, lalu dia malah memberimu cincin kawin? Apa-apaan ini!? Ya, ya, aku tau kalau Nishijima suka Minene tapi ya gak gitu juga! Menurutku, jawaban “Karena aku suka kamu, Uryu!” itu lebih baik daripada “Menikahlah denganku, Uryu!”. Selain itu, apa hal yang bikin Nishijima kebelet nikah sama Minene? Aku sudah pernah baca side-story-nya, “Mirai Nikki: Mosaic”, dan agaknya flashback itu cukup membantu bagian ini. Tapi tetep aja kesannya maksa, bawaannya nafsu melulu pengen nikah terus pengen punya anak. HUWAT!? Apa yang membuat polisi innocent itu jadi hentong!? Mungkin dia abis kejedot sesuatu sebelum bertugas. Pak Sakae Esuno terkesan terburu-buru dalam menceritakan hubungan mereka.

Ya, memang benar kalau segera menikah itu untuk menghindari zina, tapi, cerita ini… argh, chapter bagian awal-awal penuh dengan hawa nafsu polisi hentong yang mengincar teroris tsundere.

Polisi hentong. Teroris tsundere. Wow, aku pengen bayangin ceritanya mereka nikah terus ichaicha dan raburabu! *ngiler*

Ahaha, cuma bercanda. Tapi aku suka mereka! 😀 Couple ter-anti-mainstream yang aku suka, selain Haruyuki dan Kuroyukihime dari Accel World.

Oke, lanjutkan.

Sebelumnya aku udah nonton versi anime-nya dan betapa kecewanya aku karena banyak adegan yang seru di komik, tapi gak ada di versi anime. Tapi setidaknya aku sudah baca versi komik, jadi aku agak puas. Lel. Titi sangat SANGAT SANGAT SANGAT gembira ketika membaca buku ini. Aku bisa mendengar histeria Titi ketika dia membaca buku itu. Lalu, aku melihat Titi pingsan karena dia habis baca adegan dimana Minene hampir cip Taa! Jangan cerita adegan itu! 😡

Ada beberapa adegan yang bikin aku bingung di bagian awal-awal. Ketika Minene bawa gelas, dia pakai tangan kanan. Di panel selanjutnya, WAT!? Dia pakai tangan kiri!? Di panel berikutnya, dia minum pakai tangan kanan. Eh?

Mungkin aku terlalu detil ketika menjelaskan “adegan yang membingungkan” ini. Sebenarnya masih ada beberapa yang ingin kujelaskan, seperti tentang hape Minene yang pindah tempat dengan random, tupainya Minene yang cuma 2 (padahal di cerita-cerita sebelumnya, dia punya banyak tupai), bahkan sampai halaman berwarna, di bagian kantong celana Minene… tapi itu terlalu spoiler, jadi aku gak terlalu jelasin yang bagian situ.

Aku jelaskan yang bagian-tidak-terlalu-detil-dan-kalian-mungkin-menyadarinya-ketika-membaca-untuk-kedua-kalinya. Pas di akhir-akhir volume ini, itu kan si Minene lari bareng Nishijima ke lorong penyeberangan, hapenya Minene dipegang Nishijima, mereka tidak terlalu menyadari ada bom di sebelah mereka, lalu DUAR! Tangan kanan Minene ancur, terus Nishijima ditembak polisi-polisi lainnya. Yang jadi pertanyaanku adalah… “mana hapenya Minene?” aku perhatikan waktu bagian Nishijima kena tembak, itu hapenya Minene gak dia pegang. Jatuh? Mungkin saja. Tapi aku gak lihat hapenya Minene ada di lantai.

Aku malas banyak-banyak membahas tentang mereka berdua yang jadi pemeran utama volume ini. Titi sudah banyak membahasnya, karena mereka adalah couple kesukaannya (setahuku Titi suka SEMUA couple di anime/manga apapun). Dan aku juga mulai nge-ship Pak Bacchus dan Bu Kamado! :v Ya, bagaimana kalau aku membahas tokoh lainnya? Pak Bacchus, misalnya. Walaupun dia walikota yang licik, dia punya sisi gentleman karena dia memakaikan jasnya ke Bu Kamado yang cuma pakai baju daleman. Ya, Bu Kamado menyimpan diarinya di dalam kutangnya itu. Awkaokaokaok… :v

Kedatangan Hinata, Mao, dan Kosaka cukup membantu dua-pemeran-utama-di-volume-ini. Aku hargai usaha mereka, walaupun akhirnya mereka ditangkap polisi. Yuki dan Yuno… sudah mulai lapar, perlu dikasih Snickers. Rasanya baru kemarin aku membaca komiknya volume 1 di perpustakaan umum, ceritanya Yuki adalah sesosok yang cengeng. -_-

Itu saja unek-unekku.

Hmm, aku dan Taa punya opini subjektif yang sangat berbeda. Menurutku, setidaknya akhirnya Minene berpikir kalau dirinya juga butuh orang lain dalam hidupnya. Aku suka waktu Minene dipeluk lalu dia menjadi deredere. (>w<)b

Ketika aku membaca teks “Berdua pasti lebih baik daripada sendirian”, aku udah gigit-gigit pita di bajuku. AAAAAAAAAHHHHH, MEREKA COUPLE YANG KECE!!!! Aku menghabiskan waktuku 15 menit untuk menatap panel itu terus-terusan.

Jangan lupa yang pas mereka bakal cipo TIDAAAAAAK…………!!!!!!! JANGAN ADEGAN ITUUUUU!!!!! AAAARRRRGHHHH, SEHARUSNYA WALKIE-TALKIE TERSEBUT GAK BUNYI!!!!!!!! 😡 😥 *antara marah dan nangis*

Baiklah. Oh, jangan lupa ketika Nectarinia posting ini di 1cak. Wuahahahahahaha…………… XD
image

TAAAAAAAAAAA……………………!!!!!!!!!!!!!!!! 😡

Soal adegan yang gak ada di versi anime, aku juga kecewa banget, kenapa gak ada adegan Minene dan Akise di RS? Nectarinia benar, Minene cewek terkece sedangkan Akise cowok terkece. Ketika mereka bertemu akan menghasilkan kombinasi SUPERKECE! Selain itu, seharusnya ada versi anime juga yang ketika Nishijima dan Minene kabur keluar gedung terus loncat ke rumput (plus Nishijima sempet-sempetnya aja peluk Minene), dan DUAR! Mereka selamet. Yah, itu adegan yang dipotong dalam versi anime.

Hah, seharusnya di versi anime, Minene jadi pakai cincin kawinnya…

Terlalu banyak perbedaan antara versi anime dan manga. :/

Aku lebih suka adegan Pak Bacchus kasih jas ke Bu Kamado yang cuma pake daleman. Itu adegan yang sangat penting, mengingat Pak Bacchus punya sisi gentleman juga.

Dan yang waktu “tragedy” yang tadi Titi sebutkan, aku merasa yang versi komiknya jauh lebih kece dan greget daripada yang versi anime (bahkan yang tanpa sensor juga masih dirasa kurang greget).

APA!? Jadi kamu suka adegan Nishijima modar terus Minene syok!? :O

Bukan, bukan. Aku malah kasihan ke Mereka pas adegan itu. Aku suka bagian itu cuma karena plot twist ala Pak Esuno. Versi anime sangat… ugh, modarnya Nishijima TERLALU DRAMATIS.

Ya, aku juga kasihan. Kisah cinta mereka berakhir sampai situ. 😥

LOL soal “kisah cinta”. Cerita Duo 7th jauh lebih keren. Aku suka flashback mereka. Walaupun ada yang membingungkan, kenapa waktu kecil Ai ditinggal di menara gedung? Apa orangtuanya lupa kalau mereka punya anak? Ah, tapi aku suka pas “Kalau ini hari terburukmu, besok pasti lebih baik, kan?”. Walau begitu, aku gak nge-ship mereka. Aku gak nge-ship siapapun.

Titi, bagaimana dengan skor? Kamu duluan.

Aku beri skor 9/10 karena MINENENENENENENENENENENENE TSUNTSUNTSUNTSUNDEREDEREDEREDEREDEREDERE di volume ini! 😀 MINENE ADALAH TERORIS TERKECE DAN TERORIS TERUNYU SEPANJANG SEJARAH!!! INGAT ITU!!! Menurutku couple Polisi & Teroris adalah ide bagus. Kalau aja gambarnya konsisten, aku beri 10.

Aku bingung harus memberikan skor berapa-per-sepuluh. Kisah cinta yang maksa, gambar yang kurang konsisten, beberapa adegan yang membingungkan… setidaknya plot twist-nya hebat. Aku gak sia-sia baca buku ini. Aku berikan 6/10 saja deh.

Sepertinya aku perlu membaca komik Diari Ramalan Takdir vol. 9… 10 kali dalam sehari. MINENEEEEEEE…………!!! 😀 😀 😀

Karena sifat kita berdua adalah bagian dari sifat Nectarinia, aku dan Nectarinia sama-sama suka Minene. Sedangkan Taa bukan anak yang hyped-hyped amat soal anime dan manga. Seperti Nectarinia, dia lebih suka baca cerpen atau novel daripada komik. Iya, kan, Taa?

Itu benar… tapi tidak sepenuhnya benar. Aku memang lebih suka membaca cerpen atau novel. Tapi kalau ada anime dan/atau manga yang bisa kunikmati, aku juga suka. Yah, aku suka Naruto sejak aku masih SD.

Ya, itu saja. Terima kasih sudah membaca debut kita! Sampai jumpa di post berikutnya! 😉

Taa! Kenapa kamu yang ngakhiri!? Kan tadi aku yang mulai!

Ups, sori. 😛

Catatan: semua ini adalah opini SUBJEKTIF kita. SUBJEKTIF. Jadi, kalau ada yang sakit hati karena membaca opini kita (terutama OPINIKU), ya, maaf! Aku gak memaksa kalian untuk setuju tentang opini kita…

Advertisements

2 thoughts on “[TaTiTalk] Ulasan Buku: Diari Ramalan Takdir vol. 9

  1. Pingback: [TaTiTalk] Menunggu The Last… | Nectarinia's Mind

  2. Pingback: Episode “NARUTO-HINATA”, Hype…? | Nectarinia's Mind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s