Bahasa Daerah, Penting Gak Sih?

Kayaknya sih pas hari Kamis (kalo gak salah tanggal 21 November) kemaren, aku upload gambar ke 1cak, judulnya “Kebanyakan Anak Zaman Sekarang Kelewat Bule?”, ceritanya ada anak yang bisa Bahasa Inggris sama Bahasa Jepang, tapi dia gak bisa Bahasa Daerah…

58926f34c262f25eeb5313bcb8c487bd_t

Itu komiknya sih udah lama aku gambar, modal Cuma pensil sama drawing pen, mana gambarnya dipotret pake kamera HP, lagi! Nasib, nasib… gak punya scanner… Untung aja tulisannya masih kebaca, itu emang udah buat jaga-jaga aja, jadi aku tulis pake tulisan gede…

Alhamdulillah masuk legend, dan komen-komennya… wow… uhuk, lu-lumayan… itu adalah komen terbanyak yang pernah aku dapetin dan komen paling banyak bobotnya dibanding komen-komen di post-post-ku yang sebelumnya… (Makasih buat yang udah komen ya J )

Nah, komentar-komentarnya tuh lumayan greget juga, ada yang merasa “jleb” dengan post itu, ada yang mendukung isi post itu, dan lainnya…

Dan ada satu komentar yang nyaris bikin aku… tercengang? Kaget? Pengen nyebur ke empang? Ah, sudahlah…

Berikut komennya:

“kenapa bisa bgtu? soalnya zaman skrg bahasa daerah ga digunakan bro,,.ente mahir bhasa daerah pun mau dibuat ngomong sama siapa coba. So,,buat apa jg dipelajari”

oke, aku hargai sama yang komentar begini. tapi…

yah, bukannya Bahasa Daerah perlu dilestarikan? Itu budaya Indonesia juga, kan? coba kalo gak ada yang melestarikannya, gimana kalo beberapa tahun kemudian kayak gini:

gak ada yang melestarikan Bahasa Daerah manapun, orang-orang ngomong bahasa asing -> Bahasa Daerah diklaim Malaysia (atau negara lain) -> orang Indonesia ngamuk gak karuan…

lho, itu salah siapa? Salah orang Malaysia? Iya! Salah orang Indonesia juga!

lagian, menurutku Bahasa Daerah masih dibutuhkan juga, kok! coba kalo pergi ke pasar, yang ngomong pada Bahasa Daerah, kan? kan kalo ngomong Bahasa Indonesia juga gak enak…

ini juga ada komen yang cukup membuktikan kalau bahasa daerah penting:

“gw kalo ngomong ma temen selalu pake bahasa sunda,dan ada kegunaan pentingnya loh,kalo kita lagi ke puncak mo beli makanan kalo pake bahasa sunda pasti dikasih murah soalnya dianggap penduduk sekitar,kalo pake bahasa Indonesia harganya agak dimahalin karena dianggap orang banyak duit yg lagi berwisata.”

hehehe, betul juga…

bukannya aku sok menggurui, tapi ya cobalah ngomong bahasa daerah di daerah kalian, walaupun itu cuma bahasa kasar (bukan “j*nc*k, inget, bahasa kasar dan kotor itu beda :v). kalau di Jawa, daerahku itu sih itu disebut “Jawa Ngoko” buat Bahasa Jawa versi kasar…

yah, sejujurnya aku cuma bisa Bahasa Jawa kasar, sih :p

Advertisements

3 thoughts on “Bahasa Daerah, Penting Gak Sih?

  1. keren sist, pandangannya.. ane setuju,
    ane tarik dikit ke psikologi ya, penggunaan bahasa daerah akan lebih cepat mengakrabkan sebuah hubungan. dan itu ane alamin sendiri, kalo di perantauan dan ketemu sesama orang sunda lagi tuh rasanya kayak nemuin keluarga kedua. ampe dalam hati bilang ‘ane gak sendirian disini’, ada temen sekampung. hehe
    (ini sih bukan psikologi, tapi curhat) :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s