Selamat Tahun Baru 2021!

Aah, aku tambah jarang nulis-nulis di blog nih. Habisnya, sosmed makin seru! Aku juga sukanya nulis-nulis di sosmed. Walo gitu, kalo tulisannya emang kelewat panjang, aku tulis di sini sih. Selain itu, aku masih belum terbiasa sama fitur barunya WordPress yang block editor, jadi aku males buka blog. Ya. Oh iya, lama-lama aku jadi nggak konsisten sama tag dan kategori di blog, tapi yah, siapa peduli?

Daripada banyak cingcong, lebih bail langsung saja ke hal-hal (yang aku ingat) tahun 2020.

Pertama, aku mulai punya banyak mutual di twitter! Mereka orang-orang baik, semoga aku bisa jadi orang baik juga!

Kaito dan Meiko bakal ada patungnya, dan itu butuh galang dana. Aah, tentu saja langsung mencapai target dalam waktu dekat. Jangan remehkan kekuatan fans Kaito dan Meiko, ya!

Pandemi. Kenapa pemerintah telat, sih. Dasar, meremehkan virus jadi makin parah kan jadinya.

AKU MISEDAP KARI AKU AKU AKUUUUUU

Kenapa aku baru tahu kalau ada pasangan selegendaris Ryo x Kaori!? RYOKAAAAOOOOO AAAAAAHHH SENANGNYA KETEMU ORANG-ORANG YANG SUKA CITY HUNTER! Aku pun mulai mengetahui kalau dulu banyak komik bajakan di Indonesia, salah satunya City Hunter yang diterbitkan Rajawali Graffiti. Aku mencoba beli yang terbitan Akasha (m&c) supaya bisa jadi bahan konten di blog ini, tapi sayangnya akubdapat yang salah cetak. Ada bercak-bercak di volume 1, halaman kover terbalik-balik di volume 2. Semoga cepat ditukarkan dengan yang baru. Selain itu, aku nggak suka hasil terjemahannya. Terlalu boros kata “aku-kamu” dan beberapa diksi kurang pas untuk dunia per-underground-an. Ditambah lagi, sensornya terlalu parah untuk komik seukuran label dewasa. Yah, aku tahu kalau kita nggak bisa benar-benar memasukkan ketelanjangan di buku Indonesia, tapi kalo beri sensor yang lebih manis dikit napa! Padahal sensor di Angel Heart (karangan Tsukasa Hojo juga, penerbit Level) lebih mendingan.

Haah, Angel Heart masih lebih bagus lagi. Tapi susah banget ketemu orang yang suka Angel Heart! Padahal lebih bagus dari City Hunter. Ah, apa Level bakal menerbitkan yang 2nd Season, ya? Rasanya nggak mungkin, aku nggak yakin apa Angel Heart laku di sini.

Biasanya sih orang-orang yang kutemui yang tahu City Hunter itu tahunya dari anime-nya yang tayang di Animax beberapa tahun yang lalu. Aku kurang banyak nonton anime-nya sih, tapi aku suka lagunya. Get Wild and Tough~

Aku operasi usus buntu. Ya, sebenarnya keadaannya normal tapi terjepit (?) jadi perlu diangkat. Aku mau lihat usus buntuku yang sudah diangkat seperti apa wujudnya, tapi rasanya aku nggak mungkin bisa lihat dia … hiks. Aah, usus buntuku … bicara soal usus buntu, aku teringat Ryo dan Kaori, dasar pasangan koplak sama-sama kena usus buntu …

Aku suka main Project Sekai, baru kali ini aku terjun ke dunia pergachaan! Sejauh ini alhamdulillah semua kartu inisial Vivid Bad Squad pulang. Aku lebih sayang Wonderlands x Showtime, sayangnya Tsukasa nggak pulang-pulang sampai sekarang. Kalau selain 2 unit yang kusebutkan, aku suka Ena dari 25-ji. Dia kupulangkan dengan paksa dengan tiket member. Haha.

Aku kesal karena Meiko VBS nggak dapat kartu 4*, tapi setidaknya dia dapat kompensasi yaitu Meiko WxS 4*! Itu berarti, aku tergarami oleh para mutualku yang dapat Meiko WxS! Meiko WxS >>> Meiko VBS tahu! Semoga aku bisa dapat Meiko WxS! Interaksinya dengan Kaito WxS mantap! AAAAAAHHH KAPAAAAALLLLKUUUUUHHH!!!

Bicara soal kapal WxS, aku suka Tsukasa x Emu! Soalnya mereka lucu! Rasanya tiap Emu bikin onar cuma Tsukasa yang bisa ngurus dia. Tsukasa yang narsisnya selangit tujuh ini juga diakui oleh Emu (dan Saki dan Touya). Intinya mereka pasangan yang onar, ya! Aku juga suka Rui x Nene karena osanananananajimi supremacy sejak sebelum game PuroSeka rilis, tapi aku langsung merasa TSUKAEMU STONKS sejak gimnya rilis!

Tapi yang terpenting dari PuroSeka adalah, aku jadi sadar kalau diriku makin berkembang dalam memainkan gim ritme. September, aku cuma bisa sampai level Normal, awal Oktober aku mulai coba level Hard, lalu akhir November aku coba Expert! Bahkan Desember ini aku akhirnya bisa Full Combo Hatsune Miku no Shoushitsu level Hard! Melihat diri ini berkembang dalam 4 bulan terakhir ini, aku jadi semakin yakin dengan kata “Practice Makes Perfect“. Alhamdulillah.

Skripsi, ya. Ideku sering gonta-ganti. Dosbingku meminta yang selain pembahasan soal gender, yah aku sendiri juga bosan karena skripsi-skripsi seniorku isinya kebanyakan pembahasan gender melulu. Sementara itu, aku punya pertanyaan, “Kenapa pemeran utama shonen manga zaman dulu itu berotot kekar, sementara yang sekarang kurus-kurus?” atau mungkin lebih tepatnya, kenapa dulu pemeran utama sudah OP sejak awal cerita, tapi sekarang pemeran utama from zero to hero? Apa ini ada hubungannya dengan …?

“Tahun KaiMei,” setiap tahun rasanya aku suka ngomong itu. Sejak kapan aku suka ngomong itu 2017 atau 2018, ya? Habisnya, setiap tahun dapat asupan KaiMei sih! Yah, walo gitu tahun ini OTP-ku nggak cuma KaiMei aja! Ada RyoKao dan TsukaEmu juga! Satunya dewasa satunya bocil. Aku nggak paham sama seleraku kalo soal OTP, selama mereka seru sih ya dikapal aja. Ah, aku penasaran, apa tahun depan OTP-ku bertambah, ya?

Ah, yang penting semoga tahun 2021 pandemi segera berakhir dan aku bisa lulus dengan mulus!

“Heroine Melirik ke Cowok Selain MC!? Di Shonen Manga!?” Sebuah Esai (?) Tentang Heroine City Hunter dan Perasaan Cintanya!

Ooh cemburu nih~


Heroine shonen manga identik dengan rasa suka ke MC, baik genre manga itu romansa maupun bukan. Terutama kalau genre harem, yang mana MC dikelilingi para heroine yang menyukainya. Kalau di akhir cerita MC pilih 1 cewek, maka cewek lain bakalan “Yaaaahh, kalah deh …” dengan pasrahnya seperti cewek-cewek di Nisekoi atau Gotoubun no Hanayome. Di epilog pun cewek-cewek tersebut masih saja belum dapat cowok lain. Padahal kalau di shojo manga, yang tertolak biasanya move on dan bakal dapat pasangan lain di akhir cerita, seperti Shugo Chara atau Hai! Miiko (belum tamat pun kita sudah tahu Yoshida bakal sama siapa). Kasihan ya, heroine shonen manga itu. Kadang aku heran, kok biasanya heroine shonen manga “sesetia” itu sama MC seolah-olah gak ada cowok lain yg lebih mendingan di muka bumi ini, tapi Tsukasa Hojo berkata lain dalam karya aksi-komedi-bucin-komedi populernya, City Hunter. Yah, sebenarnya isinya nggak shonen-shonen amat sih tapi katakanlah ini shonen manga karena terbit di Shonen Jump.


Satu hal menarik dari City Hunter adalah bagaimana Tsukasa Hojo menulis sisi lain dari romansa. Sejak pertengahan awal cerita sudah jelas kalau Ryo (MC) dan Kaori (heroine) ini saling suka. Iya meski Kaori sukanya sama Ryo, Kaori juga bisa meleng (lengah) ke cowok lain sampe Ryo dibakar api cemburu, PADAHAL INI SHONEN MANGA. Kalian pikir heroine shonen manga selalu ngebucin terus-terusan ke MC melulu sampe nunggu balasan pernyataan cinta selama 3 tahun kayak manga sebelah uhukNarutouhuk? Wo jelas tidak!


Mungkin kalian mau bilang, “Ini NTR!? AAAHHHH BAKAAAAARR!!!111!!11!” dan aku akan langsung nge-BONK kalian dan menjawab, “YA NGGAK LAH!”

Oke ini kayak sinetron


Kaori ini suka Ryo, tapi kenapa dia melirik cowok lain? Tentu saja karena Kaori capek gara-gara partner-nya yang satu ini sukanya ngejar-ngejar cewek bohay bahkan ketika Kaori sakit dan masuk RS sekalipun! Gimana Kaori nggak sakit hati coba!? Di salah satu arc City Hunter ini, Kaori secara kebetulan ketemu duda ganteng dan anak perempuannya yang mengalami buta dan akan dioperasi. Kaori pun akrab dengan keduanya. Duda ganteng tersebut orangnya mapan, ramah, dan sayang anak, berbeda dengan Ryo yang sering nganggur, slengekan, dan (ngakunya) benci anak-anak. Coba kalau kalian adalah cewek yang di posisi Kaori, pilih siapa?

Ditambah lagi, toh statusnya Kaori dengan Ryo di sini nggak (belum) pacaran. Jika dilihat dari sudut pandang Kaori, pasti Kaori berpikir, “Ah capek terus-terusan suka sama Ryo nggak ada kepastian gini, mending sama cowok lain aja!” dan nggak cuma Kaori yang berpikir begini, cewek RL pun juga pasti bakal berpikir seperti Kaori!

Tentu saja Kaori masih memilih bersama Ryo, tapi tetap saja arc ini cukup membekas di pikiranku sebagai pembaca City Hunter. Bagaimana Kaori melirik cowok lain sehingga Ryo cemburu. Heroine melirik cowok lain sehingga MC cemburu. Hal yang jarang di shonen manga, kan.

Tampaknya jarang pengarang shonen manga romcom yang melakukan hal “seberani” itu pada heroine-nya. Mungkin karena pembaca yang kebanyakan adalah cowok memposisikan diri mereka sebagai MC, dan mereka nggak mau lihat cewek pujaannya bersama cowok lain. Dasar.

[KESAN] City Hunter [Manga]

Jika dalam kesulitan, tulislah XYZ di papan pesan Shinjuku dan City Hunter akan datang menolong!

Pembuka-bukaan

Duality of a couple

City Hunter adalah manga populer karangan Tsukasa Hojo yang diserialisasikan Shonen Jump (IYA SHONEN JUMP DARI DULU GA BENER TARGETNYA, SHONEN APAAN ASTAGA) pada tahun 1985-1991. Manga yang berlatar tempat Shinjuku ini menceritakan tentang Ryo Saeba, seorang sweeper pro yang membersihkan kota dari kejahatan. Dia memang penembak jitu dan dapat dipercaya sebagai pelindung, tapi kelemahannya adalah satu: kecintaannya terhadap cewek-cewek cakep! Bersama dengan Kaori Makimura, partnernya, Ryo melaksanakan pekerjaan untuk kliennya yang cantik-cantik. Kurang lebih seperti itu sinopsisnya.

Meskipun ini manga tahun 80-an, tapi aku baru membacanya waktu tahun 2020. Apa berkat pandemi jadinya aku tahu-tahu menemukan judul manga ini, mungkin saja. Tapi, sebenarnya aku sudah tahu City Hunter sudah lama sebelum itu, mungkin tahun kemarin, sejak melihat fanart City Hunter dari seorang fans KaiMei, namanya 千歌 Chika. Kesan pertamaku waktu tahu judul City Hunter adalah, “Dua orang naik mobil melakukan perburuan di malam hari.” Keren, kan? Padahal baca saja belum.

Ini sudah sekitar 4 bulan sejak aku mengikuti manga City Hunter dan sudah sekitar 2-3 bulan sejak aku menamatkan manga raw City Hunter (versi penerbit Jump), berarti seharusnya pikiranku lebih jernih dari rasa bias apapun terhadap manga ini. Seharusnya. Walaupun begitu, sampai sekarang pun aku punya banyak, cukup banyak, dan banyak sekali hal yang ingin dikatakan tentang manga ini. Tentu saja dengan jujur. Mana ada aku bohong di blog pribadi?

PERHATIAN!

POST INI MENGANDUNG SPOILER 1010 TON!!!
ADA RANT JUGA!!!
SAKIT PANTAT DITANGGUNG SENDIRI!!!

Continue reading

100 ton Hammer of Love! Warna-Warni Makimura Kaori

Suaranya Kazue Ikura memang cocok sama Kaori sih hahaha 😀

Dalam anime, manga, dan VN yang selama ini aku baca, kebanyakan heroine-nya bisa kudeskripsikan dalam satu kalimat singkat. Misalnya, Gasai Yuno dari Mirai Nikki adalah anak SMP yang yandere. Haruno Sakura dari Naruto adalah ninja setrong namun beban sekali. Inui Sana dari Mashiro-iro Symphony adalah teman sekelas yang tsundere. Niimi Sora dari 9-nine adalah adik perempuan yang ceria dan alay suka berantem sama kakaknya. Singkat, bukan? Yah, itulah sifat yang mereka tonjolkan selama serial masing-masing berlangsung. Menonjol, benar-benar menonjol seperti jerawat sebiji di kulit semulus sutra.

Namun, di antara serial yang kubaca selama ini, ada satu heroine yang sulit sekali aku deskripsikan dalam satu kalimat singkat. Tentu saja, sesuai judul artikel ini, Makimura Kaori dari City Hunter. Aku sampai bingung sendiri, kepikiran sampai berminggu-minggu. Kaori ini heroine jenis apaan sih!? Itulah bagaimana aku berencana mengetik artikel ini sejak sekian minggu yang lalu. Menata artikel ini membutuhkan waktu yang lebih lama daripada yang kupikirkan, saking banyaknya hal-hal yang ditonjolkan Kaori sampai tercampur aduk.

Mari kita lihat, kenapa sifat Kaori susah dideskripsikan dalam satu kalimat singkat. 

PERHATIAN!

ARTIKEL INI MENGANDUNG SPOILER tapi kayaknya nggak banyak pengunjung blog sini yang lagi baca manga selawas City Hunter TAPI TETAP SAJA ADA SPOILER!!!

Continue reading

[KESAN] City Hunter Rebirth [RANT? RANT!]

Bayangkan,

kamu adalah penggemar berat suatu karya,

memuja pemeran utamanya,

dan kamu masih jomblo sampai tua.

Suatu hari,

kamu terdampar di dunia tempat tokoh pujaanmu berada,

lalu kamu tinggal seatap bersamanya.

Aah, sungguh hari-hari yang indah.

… Iya, bayangin aja dulu.

Pembuka

TENANG DULU, PARA FANS RYO X KAORI GARIS KERAS! ITU BUKAN ANAKNYA RYO DAN KAORI!!

Ya, dengan ini aku akan membahas komik yang diterbitkan penerbit Akasha (tapi aku baca versi penerbit Tokuma), yaitu … CITY HUNTER REBIRTH! City Hunter Rebirth (judul asli: Kyou kara City Hunter) adalah manga spin-off City Hunter karangan Sokura Nishiki yang menceritakan tentang wanita otaku, yang husbunya adalah Saeba Ryo sejak remaja, ter-isekai-kan ke dunia City Hunter! Ya, betul, ISEKAI! Isekai adalah plot device yang paling sering digunakan dalam media Jepang apalagi light novel dan manga! Biasanya isekai itu kan latar tempatnya semacam zaman pertengahan atau game fantasi, tapi ini isekainya malah City Hunter! Ya, betul, CITY HUNTER! City Hunter adalah serial manga gelut klasik tahun 80-an yang menceritakan tentang Saeba Ryo, sweep—AH BENTAR! Kok malah bicara soal cerita originalnya!?

Peringatan

Sebelum membahas tentang buku ini lebih lanjut, aku harus menulis paragraf ini sebagai PERINGATAN: Sebenarnya aku agak kurang setuju kalau Akasha menerbitkan City Hunter Rebirth VOLUME 1 dalam masa yang bersamaan dengan City Hunter Complete Edition VOLUME 1, karena City Hunter Rebirth itu banyak spoiler-nya dari awal cerita! Benar, buku ini kurang cocok untuk pembaca yang baru mulai membaca atau bahkan belum pernah membaca City Hunter sebelumnya! Tentunya dulu pernah ada komik ilegal City Hunter di Indonesia dari penerbit Rajawali Grafiti, dan aku yakin banyak pembaca City Hunter Rebirth yang membaca karena itu, tapi masalahnya yang versi ilegal itu terjemahannya ngaco, ditambah lagi adegannya juga diedit-edit jadi ngaco abis! Bisa-bisa pembaca yang membaca versi ilegalnya malah salah persepsi soal cerita aslinya City Hunter! Ya namanya saja ilegal, apa yang kalian harapkan darinya?

Sedikit intermezzo, aku baca City Hunter yang versi penerbit Jump, jumlahnya 35 volume, sedangkan City Hunter Complete Edition itu versi penerbit Tokuma, jumlahnya 32 volume. Aku belum pernah baca yang Complete Edition, tapi seharusnya tidak ada cerita yang berubah drastis dari versi Jump, kan? Paling-paling arc-nya saja yang letaknya diubah tanpa mengacaukan isi cerita. Kalau Akasha memang seniat itu dan nggak malas-malasan sama lisensi City Hunter Complete Edition, aku harus beli volume 32 karena ada Ryo dan Kaori berdua di kovernya tidak ada gambar aneh-aneh di situ, haha! Eh, ada ya?

Mau tahu seberapa besar spoiler cerita asli City Hunter di buku City Hunter Rebirth? Oke! Halaman pertamanya saja sudah spoiler volume 34 (versi Jump) dengan adegan legendaris yang bikin pembaca termasuk aku asik-asik joss yaitu Ryo terjebak di dalam ruangan dengan dinding kaca dan menyuruh Kaori dan yang lainnya kabur! Tentu saja Kaori tidak mau meninggalkan Ryo sendirian. Tapi Ryo berjanji ke Kaori kalau dia tidak akan mati dan tidak akan membuat Kaori bersedih, begitu juga dengan Kaori yang berjanji akan kabur dengan selamat dan tidak akan membuat Ryo bersedih. Terus mereka ciu—BENTAR KENAPA ADA OTAKU YANG MENCIUM BUKU CITY HUNTER!? Oke, sampai sini paham kan kalau ini mengandung spoiler besar-besaran?

Sebenarnya kovernya sendiri sudah spoiler (?) chapter terakhir City Hunter, sih … tapi nggak terlalu spoiler lagi sih, soalnya gambar promosi ultah 30 tahun City Hunter pakai gambar ini, tapi diwarnai.

PERHATIAN!
POST INI MENGANDUNG SPOILER
DAN RANT 100 TON!!
KALIAN SUDAH KUPERINGATKAN!!!

Continue reading

Menyikapi Ending Manga City Hunter

ジューンブライドの新郎新婦 イラスト素材

Kebetulan sekali ini June Bride, jadi aku ambil saja gambar ini di photolibrary daripada ambil screenshot contoh pernikahan tokoh anime lain … ah aku terlalu jujur …

Seperti yang diketahui oleh banyak orang, biasanya dalam akhir kisah yang menitikberatkan genre percintaan atau romansa itu pemeran utama akhirnya menjalin hubungan dengan tokoh yang PDKT dengannya selama kisah tersebut berlangsung. Tapi, tidak jarang kisah yang tidak menitikberatkan genre romansa pun memiliki akhir cerita yang mana pemeran utama akhirnya menikah atau apalah pokoknya punya keturunan di akhir cerita. Yah, walaupun perkembangan romansanya tidak begitu jelas, sih. Pokoknya punya keturunan, lah, ya. Seolah-olah sebuah cerita itu memang sudah benar-benar tamat jika pemeran utamanya akhirnya menjalin cinta.

Tidak jarang juga, ending pemeran-utama-akhirnya-menjalin-hubungan membuat pembaca kecewa berat karena OTP dukungan mereka tidak berakhir sesuai kenyataan. Contohnya Naruto dan Bleach. Tentu saja aku senang Naruto berakhir menikah dengan Hinata dan punya anak, tapi di sisi lain kupikir endgame pairing itu tidak perlu dan lebih baik Naruto dan tokoh lainnya jomblo saja asalkan Naruto jadi kades di Konoha. Mungkin chapter 699 seharusnya ending yang tepat kalau ditambah cerita Naruto jadi kades. Naruto tidak perlu digambarkan berakhir dengan siapapun. Kenapa? Karena Kishimoto tidak becus bikin cerita romansa, pakai red herring NaruSaku segala, apa-apaan ini!? Fandom Naruto pun ributnya bukan main akibat akhir cerita Naruto yang begitu. Parah. Kalau Bleach, sejujurnya aku tidak mengikuti ceritanya, tapi aku sering dengar orang-orang mendukung Ichigo sama Rukia ketimbang Orihime. Aku sering melihat gambarnya Ichigo sama Rukia yang keren-keren, jadi aku sendiri juga kecewa waktu tahu akhir ceritanya Ichigo akhirnya malah sama Orihime. Mungkin Ichigo lebih suka yang besar-besar.

Kedua judul yang kusebutkan tadi adalah judul manga yang sebenarnya akhir pemeran-utama-akhirnya-menjalin-hubungan itu tidak perlu, tapi mangaka-nya memaksa untuk mewujudkannya.

Tapi, bagaimana dengan akhir yang mana pemeran-utama-akhirnya-menjalin-hubungan itu perlu, tapi mangaka-nya malah tidak mewujudkannya?

Dibandingkan dengan gambarnya Tsukasa Hojo tahun 1990-an, Ryo dan Kaori yang 2019 terlihat makin muda dan makin segar!

Tentu saja aku bicara soal City Hunter, manga yang tamat hampir 30 tahun yang lalu. City Hunter adalah manga yang menitikberatkan genre hard-boiled, aksi, dan komedi. Meskipun titik beratnya (seharusnya) bukan romansa, kalau orang bicara soal City Hunter, pastinya tidak jauh-jauh dari hubungan pemeran utama Saeba Ryo dan sidekick-heroine Makimura Kaori. Bagaimana tidak, Kaori adalah partnernya Ryo, yang berarti Kaori adalah tokoh yang paling sering berinteraksi sama Ryo sepanjang cerita ini. Interaksi dan momen Ryo dan Kaori cukup seru untuk diikuti pembaca. Meskipun mereka sering bertengkar, sebenarnya mereka itu saling percaya dan peduli satu sama lain. Hubungan Ryo dan Kaori sebagai partner pun semakin kuat seiring berjalannya cerita ini.

Siapapun pasti menyadari bahwa Ryo dan Kaori itu saling mencintai walaupun belum jadian akibat sering terjadinya kesalahpahaman di antara mereka berdua! Belum lagi, Ryo matanya jelalatan ke cewek-cewek cakep dan Kaori yang susah peka dengan perasaannya Ryo malah berpikir bahwa Ryo lebih suka cewek-cewek lain daripada dirinya! Padahal, hampir semua tokoh-tokoh di sini ngeship Ryo dan Kaori! Teman-temannya (apalagi Umibozu) ngeship mereka! Klien-kliennya ngeship mereka! Bahkan musuh-musuhnya pun ngeship (?) mereka! Tentu saja banyak orang yang mengikuti serial ini ngeship Ryo dan Kaori! Pembaca pun ngeship mereka! Penonton pun ngeship mereka! Staf anime ngeship mereka! Pihak resmi Shonen Jump dan Zenon (kelihatan banget) ngeship mereka! Tsukasa Hojo ngeship mereka (you don’t say!?)!

Tapi, dengan kuatnya hubungan Ryo dan Kaori yang mungkin bisa dikatakan mengalahkan pairing Shonen Jump manapun, apakah di ending manga City Hunter, Ryo dan Kaori akhirnya menikah atau setidaknya menjalin hubungan sebagai kekasih? Jawabannya adalah tidak!

Kuulangi sekali lagi, TIDAK!!

Ya, TIDAK!!!

TIIIIIIIIDAAAAAAAAAAAAKK!!!!11!!1!!!111! <- Teriakan pembaca yang kecewa

PERHATIAN!
POST INI MENGANDUNG SPOILER SEBERAT 100 TON!!
KALIAN SUDAH DIPERINGATKAN!!!

Continue reading

Ryo dan Kaori Adalah Pelopor?

Kami mempersembahkan … RYO DAN KAORI DI AWAL-AWAL CERITA!! (Mukanya beda banget!)

 
Aku pernah bilang sesuatu yang intinya begini,
 
 
“Dalam sudut pandang MODERN, aku pikir nggak ada yang unik-unik banget dari Ryo dan Kaori.”
 
 
Walo gitu, kalo dipikir-pikir, sepertinya mungkin kayaknya bisa jadi, justru Saeba Ryo dan Makimura Kaori dari City Hunter –sebagai couple tahun 80-90-an– adalah pasangan yang menginspirasi author-author manga romance (atau yang ada romance-nya) lainnya!
 
Aku bilang gini soalnya aku merasa pernah baca beberapa manga (terbitan antara tahun 90-an sampe modern) yang mana interaksi pasangan-pasangannya itu ya auranya kurang lebih sama seperti Ryo dan Kaori. Tipikal pasangan yang sukanya berantem tapi saling peduli lah, tipikal pasangan lawak yang mana ceweknya mukulin cowoknya yang matanya jelalatan lah. Yah, mungkin nggak cuma Ryo dan Kaori yang begini pada masa itu, toh nggak semua mangaka romance terinspirasi dari Ryo dan Kaori, kan? Tapi menurutku, MENURUTKU LHO YA, Ryo dan Kaori punya pengaruh yang cukup kuat dalam dunia manga berbau romansa. City Hunter sendiri adalah manga action yang legendaris, nggak cuma karena aksi-aksinya Ryo dan getokan palu 100 ton Kaori, tapi juga interaksi pemeran utamanya sendiri, Ryo dan Kaori, yang kocaknya dapet DAN seriusnya dapet. Jadi, bisa dibilang, Ryo dan Kaori itu salah satu dari pasangan legendaris (baca: OTP sejuta umat) di dunia manga.
 
Lah gimana gak legendaris, official merch-nya dari Coamix (Zenon) aja pasangpasangin mereka gitu. Shonen Jump sendiri juga gitu, masak temboknya Otona no Jump Sakaba (bar untuk pecinta Shonen Jump tahun 80-an) pake gambar Ryo x Kaori!? Padahal di temboknya gambarnya MC-MC manga lain (Dragon Ball, Hokuto no Ken, Kinnikuman, dll.) pada sendirian gitu! Oalah, dasar riajuu! 🐧 Padahal masih banyak gambar Ryo lainnya yang bisa dipakai! Belum lagi staf anime-nya! di credits movie City Hunter: Shinjuku Private Eyes (2019) isinya pada remake adegan-adegan legendaris Ryo dan Kaori gitu! Fanservice-nya gak ngotak emang! Tapi aku suka, awkaoakok! 🏃💨
 
Cuma, selama ini dari manga-manga yang kubaca, yang pasangan-pasangannya punya aura serupa dengan Ryo dan Kaori, masih belum ada interaksi pasangan yang sebagus Ryo dan Kaori sendiri. Aku nggak ingat pasangan siapa aja yang interaksinya serupa dengan Ryo dan Kaori, tapi interaksi Raku dan Chitoge (Nisekoi) itu kurang lebih begitu. Sisanya aku lupa, soalnya interaksi sejenis Ryo dan Kaori itu terlalu mainstream (pada masa kini). Katanya MC-nya Brand New Animal (iya anime furry itu) juga punya interaksi serupa seperti Ryo dan Kaori, tapi aku bukan penikmat furry, awkaoakaoka. 🐧💨
 

Ini adegan keren, tapi masalahnya arc Kaibara Shin ini punya kelemahan yang cukup fatal!

 
Menurutku, Ryo dan Kaori itu memang pantas dibilang pasangan legendaris karena interaksinya cukup mutualis. Yang jadi fokusnya nggak berat sebelah di satu karakter saja karena Ryo dan Kaori punya porsinya sendiri-sendiri. Kadang Ryo yang jadi boke (“si bego”), kadang Kaori yang jadi boke. Nggak cuma kocak, momen serius pun ada tapi itu spoiler dan aku malas membeberkan spoiler. Tentu saja, sifat masing-masing karakter juga berpengaruh ke interaksinya. Aku nggak bisa mendeskripsikan sifat Ryo dan Kaori dalam 1-2 kata karena karakter mereka cukup kompleks, intinya Ryo itu MC jago menembak TAPI matanya jelalatan TAPI misterius (bukan edgy) dan tapi-tapi lainnya, sedangkan Kaori itu sidekick-heroine galak nan setronk (bukan tsundere) TAPI penyayang TAPI pencemburu dan tapi-tapi lainnya. Ribet, kan? Iya! Karena ribetnya itulah, interaksinya jadi seru!
 
Kalau ada yang tahu pasangan tahun 80-90-an yang cukup terkenal selain Ryo dan Kaori (terkenalnya sampai-sampai pihak resmi ngeship mereka), tolong bilang aku. Yang jelas bukan pasangan-pasangan di Biji Naga.
 

Misteri Tukang Mokkori

Entah apa yang dipikirkan Ryo di adegan ini TAPI AKU SUKA

Saeba Ryo adalah tokoh yang misterius.

Itulah yang kupikirkan tentang komik City Hunter. Misterius di sini bukan seperti tokoh heroine berambut putih bersifat penyendiri yang memasang wajah stoic dan hanya berkata sepatah-dua kata ke protagonis, melainkan misterius dalam isi hatinya. Sepanjang cerita ini berjalan, isi hati Saeba Ryo jarang ditunjukkan dengan jelas, sehingga pembaca hanya bisa bergantung pada 2 hal untuk menyimpulkan isi hati Ryo:

  1. Perilaku, ekspresi, dan ucapannya sendiri (akurasi: 80%)
    • Kelebihan: biasanya perilaku, ekspresi, dan ucapannya sejalan dengan isi hatinya (MUNGKIN LHO YA).
    • Kelemahan: Ryo pintar berpura-pura di depan tokoh lain (dan pembaca) sehingga pembaca sendiri agak kurang yakin, misalnya, “Apa dia benar-benar tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?”
  1. Sudut pandang orang lain (akurasi: 50%)
    • Kelebihan: kalau orang-orang terdekatnya (Kaori, Umibozu, dll.) yang menilai Ryo, mungkin bisa jadi seharusnya semoga bisa jadi tepat. Tidak jarang, orang yang “jauh” seperti klien pun mungkin bisa jadi seharusnya semoga bisa jadi tepat walaupun Ryo menyangkal dengan memasang tampang bodoh.
    • Kelemahan: Ryo pintar berpura-pura di depan tokoh lain (dan pembaca) sehingga terjadi salah paham antartokoh sampai Ryo sendiri yang konfirmasi.

Selama membaca City Hunter, aku berpikir-pikir alasan Ryo begini dan begitu. 

Cinderella di Kota. Salah satu chapter favorit pembaca~

Misalnya, di chapter yang mana Kaori menyamar dan kencan sama Ryo. Sepanjang chapter itu, isinya adalah isi hatinya Kaori SAJA. Kaori menganggap Ryo tidak tahu kalau cewek yang kencan sama Ryo sekarang ini adalah Kaori. Tapi, Umibozu menganggap Ryo si tukang gaet cewek itu tahu bahwa cewek itu Kaori, hanya saja Ryo pura-pura tidak tahu. Jadi yang mana yang benar? Kemungkinan besarnya adalah Ryo tahu, tapi cuma pura-pura tidak tahu. Masalahnya, Ryo juga memasang wajah kebingungan di depan Kaori (dan pembaca) sehingga pembaca disuruh mikir kesimpulannya sendiri. Kalaupun misalnya Ryo benar-benar cuma berpura-pura tidak tahu, kita pun akan menambah satu lagi pertanyaan: “Mengapa Ryo berpura-pura?” Cuma Ryo dan Hojo Tsukasa dan Tuhan yang tahu.

Saeba Ryo memang tokoh yang misterius. Kita nggak pernah tahu apa yang benar-benar dipikirkan Ryo bahkan sampai akhir chapter. Yah, kecuali kalau dia mau ber-mokkori ria, sih.

City Hunter: Jadilah Liar dan Setronk

Tulis XYZ di papan pesan stasiun Shinjuku!

Get wild and tough …

Itulah lirik lagu yang terngiang-ngiang di benakku belakangan ini. “Get Wild”. Lagu penutup anime City Hunter season 1.

Ya, benar. Belakangan ini, sekitar 3 minggu yang lalu, aku mengikuti serial City Hunter. Alasannya simpel, gara-gara warna rambut MC sama heroine-nya seperti Kaito dan Meiko IYA AKU SERIUS ITU ALASANNYA! Atau lebih tepatnya, aku pernah lihat ada artist, fans KaiMei, yang menggambar Ryo dan Kaori lalu aku penasaran dan berpikir, “Jangan-jangan dia suka City Hunter karena warna rambutnya 11-12 sama Kaito dan Meiko!?” MENGAPA AKU SERENDAH INI KALAU MENYANGKUT KAITO DAN MEIKO!? 😭

Aku pun iseng mencoba menonton episode awal City Hunter. WOY GILA SERU ABIS! Saeba Ryo MC koplak, hobi mengincar cewek bohay sampai aku ilfeel menontonnya, tapi pas beraksi sebagai sweeper (baca: tukang sapu) BEEEUUUHHH!! Keren abis! 😆 Tembakannya selalu tepat! Udah gitu, ganteng pula! Tapi tentu saja aku tidak akan menjadikan Ryo sebagai husbando, karena dia … sukanya sekuhara! 😥 Untungnya dia dihajar Kaori pakai pentungan 100 ton kalau kelewatan! Oh iya, Kaori juga keren! Jarang-jarang aku menonton anime yang mana tokoh sidekick-nya adalah heroine itu sendiri! Aku pikir orang-orang mungkin kurang suka Kaori karena sifatnya yang galak dan berisik, tapi menurutku Kaori itu wajar galak begitu soalnya partner-nya memang nggak ketulungan. Walaupun begitu, Ryo dan Kaori adalah pasangan yang cocok satu sama lain! Mereka memang sukanya berantem, tapi saling peduli satu sama lain! Kulihat orang-orang Jepang masih ngeship mereka walaupun ini tergolong pairing lawas dari tahun 80-an. Aku? OH TENTU SAJA AKU NGESHIP MEREKA!! 😋 KAPALKU BERTAMBAH! AKU MAU LIHAT CROSSOVER RYO DAN KAORI DENGAN KAITO DAN MEIKO KARENA MEREKA SAMA-SAMA PARTNER!! 😤

Aku merasa nggak bisa marathon anime City Hunter yang total ratusan episode itu, jadi aku loncat saja episode-nya menurut insting. Aku juga baca manga City Hunter, walau awalnya aku bacanya juga loncat sih. Aku suka spoiler, hahaha. Tapi sekarang aku baca manga raw-nya dari awal, walau masih banyak yang dilewati karena mataku agak puyeng membaca moonrunes. Aku bisa mabok City Hunter. 😫

Satu hal yang uni soal City Hunter adalah timeline cerita itu sendiri. City Hunter adalah cerita yang real-time. Maksudnya, di volume 1 (1986) Kaori masih umur 20, tapi di volume 9 (1987) Kaori sudah umur 21. Jarang-jarang ada manga yang real-time begini.

Rambut Kaori juga lama-lama makin panjang seiring cerita ini berjalan. Waktu volume 1, rambutnya mirip cowok banget! Aku pikir rambutnya mulai panjang sejak volume 7 atau 8. Lebih tepatnya, sejak chapter yang mana salah seorang klien bocah ngeship Ryo dan Kaori. Aku pikir, sejak menangani klien itu, rambut Kaori mulai lebih panjang. Bajunya juga lebih feminin. Mungkin dia ingin dilihat sebagai wanita sama Ryo, hahaha. Yah, walaupun di volume 33 dia memangkas rambutnya, sih. Sugar boy.

Kesimpulan

 

Di movie terbaru (2019), Ryo, Kaori, dan kawan-kawan mukanya masih segitu-segitu aja padahal sudah sekitar 30 tahun sejak komik City Hunter tamat, edan sekali!

Sebagai peringatan, City Hunter bukan bacaan untuk remaja, anak-anak, apalagi SJW! Kenapa? Tentu saja karena kelakuan Ryo terhadap cewek-cewek bikin geleng-geleng kepala para pembaca. Aku jauh lebih ilfeel baca manga ketimbang nonton anime. Tapi, City Hunter adalah bacaan yang oke untuk pecinta action dan komedi. Ryo memang keren, tapi kelihatannya dia nggak bisa menjaga wajah seriusnya lebih dari 4-5 halaman (3 menit di anime). Romansa juga oke. Walaupun kupikir (sebagai pembaca modern) ship dynamics antara Ryo dan Kaori itu nggak ada yang “terlalu” spesial dan nggak ada gimmick aneh-aneh, kisah hubungan mereka ditulis dengan bagus sehingga para pembaca merasa simpati dengan keduanya.

Kalau bulan Maret tahun depan aku masih hidup dan masih doyan City Hunter, mungkin aku akan merayakan ulang tahun Ryo dan Kaori.